Kaskus, Bagi Seorang Kaskuser

Setiap penghuni forum atau jejaring sosial punya pengalamannya sendiri dengan komunitasnya. Salah satu forum yang menurut saya bisa mengikat setia para pegiatnya adalah KASKUS yang beralamat kaskus.us. Maklum, forum komunitas dunia maya yang terbesar di Indonesia ini memang menawarkan banyak kepuasan. Mulai dari sajian yang bisa membuat kita terpingkal-pingkal sampai sajian yang menguras konsentrasi otak, ada semua. Beragam topik informasi dan perbincangan pun ditawarkan. Ini tentu saja sangat menarik. Saya sendiri termasuk orang yang setia memantau informasi dan segala perbincangan di forum ini, sesekali komentar, sesekali buat thread. Paling tidak setengah jam dalam sehari, saya pasti menyempatkan.

Beberapa saat lalu ketika tengah dalam belantara KASKUS, saya menemukan thread yang menurut saya bisa mewakili gambaran atas pengalaman seorang kaskuser–sebutan untuk penghuni KASKUS. Ya. Tulisan yang dibuat oleh agan–sebutan lain disamping kaskuser–ber id aleeverpool ini cukup bisa menjawab keingintahuan kita, tentang bagaimana, mengapa dan apa yang membuat kaskuser betah di KASKUS. Tulisan aleeverpool menurut saya sangat menarik karena ia mengungkapkan pengalaman selama ngaskus dengan sangat intim. Nampaknya kira pengalaman ini juga dialami oleh setiap kaskuser. Berikut: 

Salam Kaskuser 
KASKUS diperkenalkan ke ane lewat “kelakuan” adik ane yang selalu ngakak2 tiap dia stay tune di mari. Kadang ampe 2 hari ga’ keluar kamar, gan .
Apa sih yg menarik dari KASKUS ampe segitunya? Heran ane..Sekitar nov ’09, ane coba sign-up di mari setelah “dibujuk2” ama adik ane ini. Cheers for that, mate!

Mulai berposting ria dengan segala kebingungan, ane mulai menjelajahi KASKUS. Lihat-lihat FJB (Forum Jual Beli, red), blog, menjelajahi user cp, hingga akhirnya menambatkan cinta terakhir di Lounge(Kek sinetron ya gan). Trit demi trit ane post walaupun ga’ begitu banyak ane hasilkan buat KASKUS. Well, ane berprinsip “yg penting berkualitas, daripada mementingkan kuantitas“. Dan berpegang keyakinan: “lebih mengutamakan komen yang berkualitas daripada bikin trit ga jelas“, ane dapet setelah dilempar cendol oleh salah satu agan yg buat “kuis” mengenai share pengalaman kita ngaskus. Berdiskusi mengenai pendapat beberapa TS (Thread Starts, red) yang kontroversial, hingga mendapat beberapa “sohib” KASKUS yang bervisi sama mengenai berbagai pendapat & ternyata pada jauh domisilinya

Well, here i am. Ga’ kerasa ane dah melangkah di postingan ke-2000 gan. a.k.a. ISO dalam bahasa KASKUS. Ane sempet panik sebenernya gan, ga’ kerasa pas momen-nya iso, malah otak “kosong” ga’ ada ide buat bikin trit. Nah, berangkat dr rasa penasaran kenapa semua orang mengejar ISO ini, dan diangkat dari pengalaman ane ngaskus.. ini nih hasil pengamatan ane selama ini 

“Kira2 niat apa aja yg mendasari sebagian besar kaskuser mengejar ISO?”

Dari ngobral-ngobrol, ngamat sana-nyimak sini, menyaksikan “percakapan” di VM agan-agan semua.. Banyak banget niat seseorang pengen nyampe ISO, i think. Dendam, “senioritas”, rasa “aman”, hingga iseng saja karena serasa ada “target”. Secara garis besar, mungkin justru ini yang agan-agan semua kejar: “perasaan” sedikit “berkuasa” karena bisa “men-judge” agan-agan yang lain menurut kata hati. Entah itu kuasa memberi apresiasi buruk berupa bata untuk trit-komen seseorag yang SARA, iseng karen hanya tidak sependapat, nge-flame, tertipu di FJB, nge-rusuh di trit orang, dll. Atau kuasa memberi apresiasi yang baik untuk trit, komen, kepuasan berbelanja di FJB, “hutang” budi cendol, ARISAN cendol (yeahh, u heard me: ARISAN!), sekedar barcen (barter cendol, red) tanpa sesuatu yang jelas, bahkan sesuatu yg paling ekstrim: judi bola taruhan cendol, dll.  Ada-ada aja ya, semua aja dijudiin. Yup, contoh-contoh niat itu semua sah-sah aja ko tergantung dari individunya. Kalo ane gan, tadinya malah ga tau ada “target” beginian pas awal-awal. Tanya-tanya dengan sedikit cerewet karena penasaran sama apa yang namanya ISO, baru deh dikasih tau ama adik ane yang lebih “senior”. Bagi ane sih gan, ga’ pernah diniatin tuh bertarget ISO. Dinikmatin aja ngaskusnya. Tanpa dikejarpun akan sampe kita sama yg namanya ISO. Obvious isn’t it?

“Yang spesial dari ISO”

Ane rasa keliatannya nothing special about this “rank”, secara umum! Secara spesifik, perbedaan yg ada cuma agan bisa “memberi suatu reputasi” kepada kaskuser lainnya. Entah itu ijo-ijo yang kita kenal sbg CENDOL untuk reputasi bagus ato merah yang kita kenal sebagai BATA untuk reputasi yang jelek. Peraturan dari KASKUS: sehari 1x pemberian reputasi buat seseorag dan harus menunggu 20 hari kemudian untuk  orang yang sama bisa diberi kembali. Is that worth it? After many hours you spend, after thousands words you wrote, & after all your opinions, thoughts & attentions you gave? Well, all that i can say is:

 

It’s a BONUS!

Bonus buat kita selalu berada di samping KASKUS. Bonus buat kita setelah banyak perhatian kita terkuras oleh KASKUS. Bonus kita dalam menuangkan semua prioritas, pandangan, intelektualitas kita yang tidak seberapa. Bonus jerih payah kita dalam menyerap wawasan dari sesama kaskuser yang telah mau berbagi setitik ilmunya diforum ini! Apapun alasannya, ISO ini menurut ane oleh kaskus dijadikan titik momentum dan didedikasikan buat kita atas kesetiaan kita terhadap kaskus! Ini spesialnya menurut ane! Rasa bangga telah “menyumbang” sesuatu untuk “memberi warna dan menghidupkan” KASKUS. Rasa “lebih”, dalam pengembangan wawasan diri hasil menyerap informasi dari sesama kaskuser. Rasa “baru” dalam lembaran rutinitas di KASKUS, beban-kewajiban dan tanggung jawab yang baru untuk membuat KASKUS lebih baik lagi dengan imbalan hak yang baru. Rasa “saling memiliki” yang tumbuh sejalan dengan perasaan “i belong tosomething’, ‘that’something is this forum, this community..KASKUS!” 

Anyway, that’s it. Ga ada perbedaan ekstrim yang lain. CMIIW.

“Tips & trik untuk menuju ISO”

Ga ada trik khusus! Every post counts I think. As long as it’s not a junk post. Post sampah akan disunat oleh yang berwenang, min-mod (mimin–sebutan administrator dan momod–sebutan moderator, red). Itu hak preogratif beliau-beliau. Ga usah dipertanyakan. Every kaskuser is a junker, itu jg benar! Makanya ada sistem sunat, biar ilang deh tuh komen-komen sampah ga’ jelas (no question from me mod). Berlaku pula pada para pertamax hunter (including me. Ampe di-bookmark tuh semua pertamax ane, cm dapet 80an biji ). Pertamax jalan terus, dah itu langsung simak dan edit. Kesian yang bikin trit gan, dah susah2 bikin malah komennya murni pertamax-pertamax-an. Ga’ nyambung ma topik trit. Ini pun akan disunat! *ouchh..* soo..don’t be a junker. Itu adalah trik utama cepat mencapai ISO! Pernah ada yang di sunat ampe 400-500 post gara-gara dia nge-junk doang, what a waste isn’t it?

Tips dari ane pribadi ga’ banyak. Tapi yang pasti ane lakuin dalam ngaskus sehari2 adalah: curahkan seluruh perhatian lo di trit sendiri! Pantau terus perkembangannya. Banyak agan2 yg sesudah bikin trit lgs aja ditinggalin bgt aja. Sayang. Kaskuser yang haus akan trit informasi dan trit-trit berbau curahan unek-unek terhadap apa yang ada di sekitar kita berbondong-bondong datang mengomentari trit kita, malah kitanya “hilang” entah kemana. Berinteraksilah se-aktif mungkin dgn mereka, komen balik, berdiskusi, bertanya, beri jawaban apa yg mereka sudah hargai dgn memberikan komen ke trit kita. Dengan begitu trit kita akan selalu “tersundul” dan post kita pun bertambah. Bisa sampe 1/3 komenan di trit sendiri punya ane gan. Asal jangan nge-junk aja. Masak di trit sendiri nge-junk? Kunci terjadinya interaksi yang baik di trit kita: bikin trit yg “mengundang” orang untuk mengeluarkan opininya dan yang pasti “ber-iklan-lah” dengan sehat trit-trit yang kita punya.

Fuhhh..Ngos-ngosan ane ngetik nih postingan ISO. Anyway, selama perjalanan menuju ISO ini ane benar-benar mengalami berbagai macam pencerahan, pengalaman dan hal-hal baru yang sangat menambah wawasan diri gan. Sekian sekelumit pengalaman ane hingga tergapai ISO. Ga’ usah tertarget buru-buru gan, percuma mo di cepet-cepet juga kalau agan nge-junk doang. Ga’ ada hikmah yang bisa diraih. Yg jadi pertanyaan a/ seberkualitas apa proses ISO agan itu diraih. Bila berkenan, peganglah kesimpulan prinsip yang dah ane rasa disini gan:

forum bersama,
bangun bersama,
jaga bersama,
nikmati bersama.

Demkian dia mengungkapkan pengalamannya ngaskus, terutama mengenai ISO. Apa yang didapat kaskuser sehingga ia begitu ingin dapat ISO? Sebagaimana yang ia ungkapkan, setelah meraih ISO inilah seseorang bisa memberikan reputasi kepada kaskuser lain. Cendol untuk reputasi baik, dan Bata untuk reputasi jelek. Normalnya, reputasi ini juga yang digunakan untuk melihat seberapa kualitas kaskuser. Terutama dalam FJB, reputasi ini sangat berpengaruh. Bagi penjual yang koleksi cendolnya banyak, maka ia lebih dipercaya ketimbang yang warna identitasnya merah. ISO akan otomatis didapat setelah seorang kaskuser memiliki post komentar sebanyak 2000 kali.

Yah. Bukan soal ISO yang saya lihat dalam kisah di atas. Namun kesetiaan seorang kaskuser atas segala yang ada di KASKUS. Saya jadi teringat Jurgen Habermas, seorang filsuf asal Jerman yang belum lama meninggal. KASKUS tak lain sebuah public sphere. Bukan begitu filsuf?[]

–rifqi muhammad

Free KTP Kaskuser - ktpkaskuser.co.cc

Advertisements

5 thoughts on “Kaskus, Bagi Seorang Kaskuser

  1. :matabelo:
    baru kali ini ada yg bener2 tau “arti” dibalik trit iso tsb…:thumbup:
    that’s right. semua hanya mengenai “kesetiaan” bro..:)
    2000 post bukan hal yg mudah, apalagi 2000 simakan “yg benar” mengenai apa yg kita posting. berjalan waktu & menyelami otomatis selama 2000 post, akan terasa manfaat kaskus yg sebenarnya..tak hanya mengejar posting 🙂
    salam kaskuser :beer:

  2. Ga akan pernah bosen baca thread itu :matabelo:
    Apalah arti 2000 post tanpa dibarengi silaturahmi,, saling berbagi ilmu,, pengalaman hidup,, canda,, tawa,, air mata antar sesama kaskuser..
    Apalagi jika sudah menemukan “rumah” yang cocok.. Ngaskus pun akan terasa lebih nyaman dan bermakna.. :malu:

    _”WE’RE NOT JUNKER, WE’RE FAMILY!!”_

    Salam Hangat

    BJO #99

    • salam hangat gan.. tepat tuh istilah agan. ‘rumah yang cocok’. simpel tapi dalem. istilah yang mewakili semua aktifitas kaskuser di kaskus. mau apa pun enak karena cocok. :beer:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s