Rujuk Setelah Setahun Lebih

Terakhir februari 2011, bulan di saat terakhir kalinya saya menulis catatan kecil untuk blog. Kalau karena males nulis, mungkin tidak selama itu saya betah, toh selama ini saya banyak selo juga. Setahun saya tidak menulis bebas, setahun itu pula kontan tidak punya apa-apa yang bisa saya akui kecuali berak. Genap sudah keinginan saya untuk merasakan hidup tanpa menulis catatan kecil. Tidak akan berakibat apa-apa rupanya, kecuali membuat banyak perkara menjadi sumber kegalauan. Sayangnya, dengan tapa menulis catatan-catatan kecil, bahkan kegalauan saja tidak bisa saya abadikan.

Sudahlah, lupakan itu. Bodoh memang menghentikan aktifitas yang membuat kita tau apa yang sudah saya capai sekarang. Padahal nge-blog itu tidak serumit merencanakan masa depan, atau mengingat dan mengkristalisasi masa lalu. Tak perlu dikira-kira apa yang akan ditulis, tak perlu di bayangkan bagaimana anggapan orang tentang catatan yang telah ditulis. Toh kita bisa luweh. Bahkan ketika saya menulis tulisan ini, beberapa hal berdesakan, beragam ingin dituliskan, akhirnya seperti yang anda baca sekarang. Saya memilih untuk pelan-pelan. Lumayanlah sebagai pengantar saja untuk memasuki percaturan dunia bloger yang semakin kejam… XD

pelan-pelan

Kaskus, Bagi Seorang Kaskuser

Setiap penghuni forum atau jejaring sosial punya pengalamannya sendiri dengan komunitasnya. Salah satu forum yang menurut saya bisa mengikat setia para pegiatnya adalah KASKUS yang beralamat kaskus.us. Maklum, forum komunitas dunia maya yang terbesar di Indonesia ini memang menawarkan banyak kepuasan. Mulai dari sajian yang bisa membuat kita terpingkal-pingkal sampai sajian yang menguras konsentrasi otak, ada semua. Beragam topik informasi dan perbincangan pun ditawarkan. Ini tentu saja sangat menarik. Saya sendiri termasuk orang yang setia memantau informasi dan segala perbincangan di forum ini, sesekali komentar, sesekali buat thread. Paling tidak setengah jam dalam sehari, saya pasti menyempatkan.

Beberapa saat lalu ketika tengah dalam belantara KASKUS, saya menemukan thread yang menurut saya bisa mewakili gambaran atas pengalaman seorang kaskuser–sebutan untuk penghuni KASKUS. Ya. Tulisan yang dibuat oleh agan–sebutan lain disamping kaskuser–ber id aleeverpool ini cukup bisa menjawab keingintahuan kita, tentang bagaimana, mengapa dan apa yang membuat kaskuser betah di KASKUS. Tulisan aleeverpool menurut saya sangat menarik karena ia mengungkapkan pengalaman selama ngaskus dengan sangat intim. Nampaknya kira pengalaman ini juga dialami oleh setiap kaskuser. Berikut:  Continue reading

Kombinasi Warna Unik untuk Tulisan Blog dan Forum

Semakin banyak saja layanan di internet. Kali ini saya menemui layanan olah warna untuk kalimat. Ialah http://www.umop.net/sfx.htm. Melalui layanan itu kita bisa membentuk kombinasi warna untuk tiap kalimat.

misalnya kalimat ini

Untuk membuat kalimat tersebut, saya tak perlu mewarnainya satu persatu. Kombinasi warnanya pun tampak rapi. Yang jelas, layanan ini cukup memantik saya untuk membuat postingan aneh di blog.haha..

Kolonial dan Koloni

Si A, salah satu warga Indonesia, dan si B, seorang bule keturunan kolonial, tengah chatting berdua. Perbincangan yang lebih dari sekedar menarik untuk disimak. Tulisan ini diinspirasi dari kisah H. Agus Salim. Alkisah, dalam sebuah perundingan dengan Belanda, suatu ketika Agus Salim menyulut rokok lintingan. Kontan, aroma wangi racikan cengkeh dan tembakau itu pun menyebar. Terdengar cletukan dari si bule, “Bau apa ini, busuk sekali. Dasar orang Hindia.” Dengan santai tokoh bangsa itu berujar, “Kenapa kalian bisa lupa, gara-gara barang inilah kalian menjajah kami.”

B : Apa yang menarik dari Negara Indonesia ?
A : Sesuatu yang membuat bangsamu bertahan 350 tahun.

B : Bagaimana aku bisa membayangkan bahwa kalian adalah bangsa yang tegar? Continue reading

Utopia Kesejahteraan

Usia Indonesia hanya bisa dinisbatkan dalam angka. Negeri yang menjalani beberapa dekade dalam altar kemerdekaan ini tenyata tidak kinjung membuat rakyatnya menjadi warga negara. Upaya meraih kesejahteraan menjadi tugas invidu. Rakyat menjadi diri yang harus memperjuangkan dirinya sendiri untuk sekadar meraih apa yang kita sebut sebagai ‘hidup berkecukupan’. Negara-bangsa yang sedianya dicicitacitakan akan membawa pada kedaulatan dan kesejahteraan hidup, tak lebih daripada reproduksi antar satuan ide-ide.

Keadaan memang tidak menguntungkan bagi seorang rakyat biasa. Bahkan ia tak bisa membela dirinya sebagaimana dulu penduduk sekitar merapi-merbabu mampu meneriakkan perjuangan. Di mana ketika itu kesadaran komunisme yang diterima masyarakat agraris ini membuat mereka memiliki kekuatan dan tekad dalam bendera kepartaian. Kalau dulu masyarakat masih mengalamai masa di mana partai adalah jalan menuju kesejahteraan warga negara, kini partai tak ubahnya lahan uang kaum borjuis berdaya.

Saya membayangkan apa yang alami oleh rakyat saat ini tak terlampau beda dengan tempo di mana Indonesia berada dalam kondisi yang disebut Arbi Sanit sebagai semi kolonial dan semi feodal. Sebuah masa di mana petani dan rakyat lainnya belum bebas samasekali dari ikatan penjajahan, bahkan masih terikat dengan perjanjian-perjanjian yang merugikan, meskipun kemerdekaan secara politik sudah dianggap ada. […]

Catatan ini mandeng pada beberapa hari lalu, hanya karena saya tinggal makan. Namun akan diteruskan lagi kemudian.

 

Daftar Peringkat Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia

Webometrics, sebuah situs yang mensurvei universitas-universitas di dunia dari kategori website Perguruan tinggi, baru-baru ini merilis daftar peringkat terbaik Universitas di dunia tahun 2011. Lembaga yang berafiliasi dengan Dewan Riset Nasional Spanyol ini mengeluarkan daftar peringkat PT dua kali dalam setahun, yakni Januari dan Juli. Data PT di seluruh dunia, tentu saja yang terdata, dikumpulkan, diolah, dan digunakan untuk memeringkat sekitar 12.000 perguruan tinggi di seluruh dunia.

Penghitungan peringkat Webometrics didasarkan atas keunggulan dalam publikasi elektronik (e-publication) yang terdapat dalam domain web masing-masing perguruan tinggi. Penilaian diukur dari empat indikator, yakni size (jumlah halaman publikasi elektronik yang terdapat dalam domain web perguruan tinggi), visibility (jumlah halaman lain yang mencantumkan URL domain perguruan tinggi yang dinilai). Lalu ada, rich files (relevansi sumber elektronik dengan kegiatan akademik dan publikasi perguruan tinggi tersebut) dan scholar (jumlah publikasi dan sitasi bermutu pada domain perguruan tinggi).

Entah peringkat ini benar-benar berpengaruh terhadap kualitas PT atau tidak, nmun itu yang diakui dunia. Tulisan ini disajikan untuk maksud perluasan informasi saja. PT terbaik di Indonesia versi Webometricts, berikut inilah daftarnya:

 

Liputan Tempo 1974; Ahmadiyah, Sebuah Titik yang Dilupa

Sebuah tulisan bertajuk Laporan Tempo 1974 yang diunggah hminews menarik perhatian saya. Tulisan itu menampilkan liputan majalah Tempo tentang ahmadiyah pada beberapa tahun lampau. Memang ini bukan yang pertama kalinya sebuah kelompok keagamaan yang dicetuskan oleh Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908) ini diberitakan dalam ulasan panjang. Sebelumnya, pada 1933, Tempo juga telah meliput kejadian yang sama.

Jakarta, 29 September 1933. Alkisah, berkumpullah sekitar 2.000 orang (wartawan semua media, wakil pelbagai aliran dalam Islam, dan warga yang ingin menyaksikan) dalam sebuah diskusi spesial. Seorang moderatormengetengahkan diskusi pada: benarkah ada nabi lain setelah Muhammad? Diskusi merebak, perbincangan meruyak. Tapi tak ada yang berteriak memerintahkan bakar dan bunuh orang Ahmadiyah. Tak ada ustad yang menghalalkan darah kaum Ahmadiyah.

Empat puluh tahun kemudian, rekaman itu diulas kembali oleh Majalah Tempo karena pada 1974 itu isu Ahmadiyah kembali mengemuka. Konon, baik tahun 1933 maupun 1974, suasana cukup teduh, tidak seperti pada 34 tahun kemudian.

Berikut liputannya: Continue reading

Presiden Mesir Hosni Mubarak Resmi Mundur

Hingga malam ini, jutaan rakyat Mesir tetap bertahan di Lapangan Tahrir, Kairo. Mereka menantikan ganjaran dari apa yang mereka perjuangkan selama ini. Kalau Mubarak Mundur malam ini, tentu bukanlan sebuah keajaiban. Kemunduran Mubarak adalah hasil perjuangan.

Pernyataan Mubarak mundur dari jabatannya sebagai presiden Mesir pada judul di atas, tentu saja sebuah harapan. Harapan dari sebagian besar—bahkan mungkin seluruh—rakyat Mesir.

Sebagaimana dilansir BBC, mubarak sendiri dipastikan akan memberikan pidato malam ini. Ia  akan menyampaikan pidato pada Kamis (10/2/2011) pukul 22.00 waktu setempat atau Jumat (11/2/2011) pukul 03.00 WIB. Ini tentu cukup menegangkan. Revolusi Melati akhirnya berimbas di Mesir, Presiden Husni Mubarak resmi mengundurkan diri dari jabatan presiden ini harapan besar.