Kaskus, Bagi Seorang Kaskuser

Setiap penghuni forum atau jejaring sosial punya pengalamannya sendiri dengan komunitasnya. Salah satu forum yang menurut saya bisa mengikat setia para pegiatnya adalah KASKUS yang beralamat kaskus.us. Maklum, forum komunitas dunia maya yang terbesar di Indonesia ini memang menawarkan banyak kepuasan. Mulai dari sajian yang bisa membuat kita terpingkal-pingkal sampai sajian yang menguras konsentrasi otak, ada semua. Beragam topik informasi dan perbincangan pun ditawarkan. Ini tentu saja sangat menarik. Saya sendiri termasuk orang yang setia memantau informasi dan segala perbincangan di forum ini, sesekali komentar, sesekali buat thread. Paling tidak setengah jam dalam sehari, saya pasti menyempatkan.

Beberapa saat lalu ketika tengah dalam belantara KASKUS, saya menemukan thread yang menurut saya bisa mewakili gambaran atas pengalaman seorang kaskuser–sebutan untuk penghuni KASKUS. Ya. Tulisan yang dibuat oleh agan–sebutan lain disamping kaskuser–ber id aleeverpool ini cukup bisa menjawab keingintahuan kita, tentang bagaimana, mengapa dan apa yang membuat kaskuser betah di KASKUS. Tulisan aleeverpool menurut saya sangat menarik karena ia mengungkapkan pengalaman selama ngaskus dengan sangat intim. Nampaknya kira pengalaman ini juga dialami oleh setiap kaskuser. Berikut:  Continue reading

Advertisements

Modifikasi Nomor Polisi

Di jalan raya, kita mungkin sering menemukan plat nomor yang didesain menjadi sebuah tulisan yang bisa dibaca. Misalnya, dari B 900 GLE digeser jadi B 900GLE (dibaca be Google).

Ya, selama ini bantak terelihat nomor kendaraan yang aneh lagi unik itu bertebaran. Bisa jadi itu kebetulan, atau memang nomor yang dipesan khusus. Namun oleh pemiliknya dimodifikasi sendiri tata letaknya. Bukankah ini bagus? Lantas apa yang bikin bahaya?

Ternyata kini, para pemilik kendaraan yang susunan tata letak nomor polisi pada plat nomornya berubah dari yang ditetapkan Kepolisian, diminta untuk diganti. Bila sudah dimodifikasi, Anda disarankan mengganti nopol tersebut dengan yang dikeluarkan Samsat. “Pemilik mobil atau motor yang memasang plat seperti itu akan diganjar denda Rp 500.000 atau pidana penjara dua bulan,” kata Baharudin dalam sebuah wawancara di Kompas.

Konon, dalam Pasal 280 UU No 22 Tahun 2009 tentang aturan larangan nopol modifikasi, disebutkan, “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dipasangi tanda nomor kendaraan bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 Ayat (1) dipidana dengan kurungan dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 .” Inilah bahayanya. kalau ketahuan, bisa kehilangan Rp 500.000.

Yah. Saya tidak terlampau ada urusan sebetulnya. Toh biasanya yang punya plat nomor antik itu kebanyakan orang kaya. Biarkan mereka saja yang memikirkannya.[]

Cara Sederhana Mengetahui Keaslian Crop Circle

Ditengah hiruk pikuk RUU Keistimewaan, masyarakat Yogyakarta digemparkan kemunculan Crop Circle (CC). Tak lama setelah itu, terdengar kabar mahasiswa UGM mengaku sebagai dalang dari fenomena Crop Circle.

Apakah Crop Circle di Berbah, Yogyakarta ini asli atau rekayasa?  Untuk mengetahui keaslian Crop Circle, menurut Beta-UFO—lembaga yang memperhatikan masalah UFO di Indonesia—bisa dilacak dengan cara berikut:

Continue reading

Sejarah, Bentuk dan Ciri-ciri Crop Circle

Ditemukannya pola lingkaran raksasa di areal persawahan wilayah Berbah, Sleman, Yogyakarta, Minggu (23/1/2011), menambah deret fenomena unidentified flying object (UFO). Lantaran ukurannya yang sangat besar dan simetris, jejak yang disebut crop circle, ini kerap dikait-kaitkan dengan gelagat makhluk asing alias alien. Istilah Crop circle pertamakali diperkenalkan oleh Colin Andrew, salah satu peneliti crop circle ternama di dunia.

Crop circle ini muncul sekejap dalam dalam semalam di area ladang, baik gandum, jagung, keledai, sawah atau kebun bunga. Dulunya, crop circle hanya berbentuk lingkaran sederhana, kemudian memasuki 1980an, berkembang hingga memiliki pola yang lebih rumit. Crop circle dengan pola terrumit muncul di lading gandum pinggiran kota Wroughton, Wiltshire di Ingris. Continue reading

Sampah untuk Bahan Bakar Kendaraan

Kita mengenal sampah sebagai residu terbuang dari penggunaan barang, yang lazimya tak bisa dimanfaatkan ulang. Akibatnya, kumpulan sampah yang semakin menggunung tidak dibaregi dengan pertambahan orang yang piawai memanfaatkannya. Seakan hanya lalat yang mampu mendayagunakan sampah.

Wahyudi Budi Sediawan, Muslikhin Hidayat, Siti Syamsiah, dan Ria Millati, tergolong manusia bertangan ulet dan berotak terampil yang mampu mengalahkan lalat. Kalau selama ini pemanfaatan sampah kebanyakan berkutat pada barang kerajianan dan pupuk, mereka menyulap sampah menjadi bahan bakar bagi kendaraan. Continue reading

Penggelolaan Swakelola Sampah Kampung Sukunan

Di kampung itu, sampah dipilah-pilah. Tong sampah berwarna-warni. Sebuah kampung yang memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri. Ialah Kampung Sukunan, Kelurahan Banyuraden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Para warganya menyadari, sejalan dengan kebutuhan manusia akan barang konsumsi yang semakin meningkat–sekaligus beragam, sampah sebagai residu dari barang produksi yang dikonsumsi manusiapun juga turut bertambah dan beragam. Dampaknya, sampah mengalami pembekakan secara frekuensi dan volume. “maka sampah perlu dikelola,” ujar anak Sekolah Dasar di kampung itu yang enggan menyebutkan ketika ditanya namanya.

Di Indonesia, di antara sedikit orang yang peduli akan keberadaan sampah, sangat sedikit orang yang memfokuskan diri untuk mengurus dan mengolah sampah. Iswanto ialah salah seorang diantara kaum yang sangat sedikit itu. Ia adalah orang yang kesehariannnya memikirkan, mengolah, dan memanfaatkan sampah di lingkungannya. Lalu untuk apa sampah dikelola dan dimanfaatkan? Bukankah kodrat dari sampah ialah untuk dibuang? Bukankah apa yang kita namakan sebagai sampah dengan sendirinya tidak akan memberikan manfaat? Pertanyaan-pertannyan itu akan gugur bila kita melihat kreatifitas Iswanto. Continue reading