Sartono Kartodirdjo, Maestro Sejarah yang Asketis II

Judul : Sejarah Yang Memihak, Mengenang Sartono Kartodirdjo / Penulis : M. Nursam, Baskara T. Wardaya S.J., Asvi Warman Adam (ed.) / Penerbit : Ombak, Yogyakarta / Cetakan : I, 2008 / Tebal : xvii + 507 Hlm.: 14 x 21 cm / Peresensi : Rifqi Muhammad (Media Indonesia, 19 April 2008)

Jumat 7 Desember 2007 lalu, Indonesia terhenyak duka. Waktu itu, Prof. Aloysius Sartono Kartodirdjo berpulang kepada-Nya. Ia bukan presiden, atau konglomerat yang mempengaruhi pendapatan negara. Namun sumbangan Almarhum pada bangsa, tak bisa terhitung banyaknya. Tanpa jasa-jasanya, kita tidak akan sungguh-sungguh mengenali sejarah bangsa ini.

Praktis, saat kabar itu datang, benar-benar tak siap rasanya menghadapi coba yang baru mendera. Rasa kehilangan yang begitu perih nan dalam bertubi-tubi datang. Gelap, dan menyesakkan dada. Rasa pilu dan gundah yang tak terucapkan, menyeruak ke relung hati paling dalam. Muncullah sebongkah kekosongan yang membayang di udara. Continue reading

Onghokham Yang Mereka Kenal

Judul : Onze Ong: Onghokham dalam Kenangan / Editor : David Reeve, JJ Rizal, Wasmi Alhaziri / Penerbit : Komunitas Bambu, Jakarta / Cetakan : Pertama, Desember 2007 / Tebal : xvi+ 358 halaman / Peresensi : Rifqi Muhammad

Buku berjudul Onze Ong: Onghokham dalam Kenangan ini mencoba mengupas kulit kehidupan Onghokham. Sepak terjang sosok yang menutup umurnya pada 30 Agustus tahun lalu ini jelas terekam dalam buku yang memuat 53 kumpulan tulisan sahabatnya, baik dalam maupun luar negeri. Buku ini termasuk karya pertama yang memotret sisi personal dan eksentrik Onghokham.

Ong lahir di Surabaya, 1 Mei 1933. Meski tumbuh di lingkungan keluarga Tionghoa Tjabang Atas (peranakan kelas elite menurut segregasi sosial Hindia Belanda), ong tetap menunjukkan keindonesiaannya. Tak mengherankan jika riwayat kesarjanaannya di Jurusan Sejarah UI ditutup dengan skripsi tentang periode akhir keruntuhan Hindia Belanda dari perspektif Nederlando-centris. Menurut almarhum sejarawan Abdurrachman Surjomihardjo, skripsi tersebut menunjukkan seorang intelektual Ong yang Indonesia-centris. Continue reading

Sartono Kartodirdjo, Sejarawan Yang Asketis I

Judul Buku : Membuka Pintu Bagi Masa Depan, Biografi Sartono Kartodirdjo / Penulis : M. Nursam / Penerbit : Gramedia, Jakarta / Cetakan : Maret 2008 / Tebal : 382 Hlm / Peresensi : Rifqi Muhammad

Setiap orang tentunya pernah mengenal dan membaca sejarah bangsa Indonesia. Namun, tak setiap orang mengenal sejarawan yang berperan besar dalam menyusunnya. Di negri ini, penghargan terhadap akademisi dan ilmuwan berkualitas sangat minim, meski sekedar mengingat nama.

Kenyataan ini jelas terpotret saat Prof. Aloysius Sartono Kartodirdjo, guru agung yang meninggal 7 Desember 2007 lalu. Ya, hanya sedikit yang mengingatnya, mengungkap duka, apalagi melayatnya. Padahal, ia banyak memberi sumbangan pada bangsa. Tanpa jasa-jasanya, kita tidak akan sungguh-sungguh mengenali sejarah bangsa ini.

Pria yang lahir pada 15 Februari 1941 di Wonogiri ini memiliki keinginan belajar yang tak meredup sedikitpun. Tak ayal, berbekal tekad yang kuat, meski finansial membatasi, gelar doktor dari Universtas Amsterdam, Belanda, akhirnya ia unduh juga. Sebelumnya, di Universitas Indonesia (UI), ia menyabet gelar sarjana ilmu sejarah pertama di Indonesia. Praktis, sepulang dari Yale, ia adalah doktor sejarah pertama di Indonesia. Continue reading