Entah

Hentakan karang yang embun pun hengkang. Hamba membeku, bertingkah juga layu. Jelaga arang hamba kuyup oleh ludah tabu. Seperti labirin tetap kusut membalutku. Topang diriku dengan senyum lapang, sayang. Yang semoga itu cermin dari sum-sum dalam. Tahukah kau, hadir menerka adalah gerbang keharapan. Mumpung ilalang tak menjamah tumit. Pinus tua melepas kaku. Aku mengarak bunga-bunga ke utara, kemarilah.

Jogja, Juni 2009

Continue reading

Gagasan Dengan Keyakinan

Keputusan dan konsekuensi adalah dua sisi, itu yang aku amini, maka ketika semester ini memutuskan cuti kuliah, aku siap untuk itu. Aku beruntung berkesempatan cuti kuliah, hal baru yang mungkin hanya aku lakoni sekali. Karenanya aku berusaha menyerap sesuatu yang tidak ada ketika tidak menempuhnya.

Ada yang asing sebagai buah dari langkah yang baru aku jalani, namun bukan berarti aku tidak siap menghadapi. Semacam menimbang-nimbang bagaimana harus memutar sesuatu yang baru aku mulai. Hampir sama ketika aku menginjakkan kaki di Jogjakarta; dimana ada beragam agenda didepan mata, ada dunia yang tercerabut, ada gairah memulai, ada semangat menggelora mengusahakan orientasi, dan beberapa percik api yang harus dihadapi. Semua berkelindan begitu saja secara alami. Continue reading

Siklus

Konon, hidup itu berputar, berkembangbiak dan silih-berganti. Pada mulanya semua berupa janin tenang yang hanya bisa terpekur dalam rahim anyir, yang juga hangat dan katanya nyaman. Hingga kemudian manusia lahir dengan darah; meronta, tumbuh, dan mencari mana yang bisa dimainkan. Dan kesadaran pun memulai, diantaranya kehendak bersenang-senang, atau bersahutan dengan lawan. Semua bertubi-tubi kembali dan berulang-ulang datar. Hingga suatu ketika harus menghidupi anak, bekerja, dan mempersiapkan hari tua; kesemuanya berlarut-larut hingga manula dan dimakan usia. Bila demikian, membelok-belokkan diri sebelum masanya, itu lebih baik sepertinya. Continue reading