Daftar Peringkat Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia

Webometrics, sebuah situs yang mensurvei universitas-universitas di dunia dari kategori website Perguruan tinggi, baru-baru ini merilis daftar peringkat terbaik Universitas di dunia tahun 2011. Lembaga yang berafiliasi dengan Dewan Riset Nasional Spanyol ini mengeluarkan daftar peringkat PT dua kali dalam setahun, yakni Januari dan Juli. Data PT di seluruh dunia, tentu saja yang terdata, dikumpulkan, diolah, dan digunakan untuk memeringkat sekitar 12.000 perguruan tinggi di seluruh dunia.

Penghitungan peringkat Webometrics didasarkan atas keunggulan dalam publikasi elektronik (e-publication) yang terdapat dalam domain web masing-masing perguruan tinggi. Penilaian diukur dari empat indikator, yakni size (jumlah halaman publikasi elektronik yang terdapat dalam domain web perguruan tinggi), visibility (jumlah halaman lain yang mencantumkan URL domain perguruan tinggi yang dinilai). Lalu ada, rich files (relevansi sumber elektronik dengan kegiatan akademik dan publikasi perguruan tinggi tersebut) dan scholar (jumlah publikasi dan sitasi bermutu pada domain perguruan tinggi).

Entah peringkat ini benar-benar berpengaruh terhadap kualitas PT atau tidak, nmun itu yang diakui dunia. Tulisan ini disajikan untuk maksud perluasan informasi saja. PT terbaik di Indonesia versi Webometricts, berikut inilah daftarnya:

 

Advertisements

Surat Terbuka Kepada Mahasiswa Sekampung Halaman

–diposting juga di sedanonline.wordpress.com

Bagi kalian yang tengah kuliah, ini adalah masa liburan. Biasanya beberapa kawan, sanak, atau tetangga kita asal Kecamatan Sedan ini, memanfaatkannya untuk pulang. Kepada kalian yang akan merencanakan pulang kampong, saya ucapkan selamat jalan. Saya doakan, semoga sampai peraduan orang tua dengan selamat, melewati perjalanan indah nan lancar.

Hm.. mungkin harus sedikit bersabar bagi yang melalui Jalan Pantura.  Karena jalan Daendels itu tengah menderita, sekujur tubuhnya bonyok, koyak, dan penuh lubang. Bus Sinar Mandiri yang konon terbiasa gerak cepat, juga terpaksa harus turut merangkak. Ya. Semoga selamat sampai tujuan. Jangan lupa membawa kabar baik untuk Ayah dan Bunda, atau Bapak dan Emak. Kalau kantongmu lagi tebal, bawalah sedikit oleh-oleh untuk adik, kakak atau teman.

Kawan, kalian kini mahasiswa. Lihatlah sedan sebagai desa yang penuh potensi; desa yang membesarkan kalian; desa tempat kalian dulu merajut pengharapan; desa yang memberikan segalanya untuk bekal hidup kalian. Bagaimanapun, kalian mungkin tidak akan mendapatkan suasana sedamai desa Sedan, sekalipun itu diperbandingkan dengan kepulaan Karibia yang konon begitu segar. Maka hidupilah desa ini sebaik-baiknya. Continue reading

Tanpa Seleksi Mandiri, Masih ada Undangan selain SNMPTN

Barangkali Perguruan Tinggi kini berkerut dahi. Pasalnya berdasarkan kemdiknas, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) diwajibkan menyediakan 60 persen kursi untuk jalur SNMPTN 2011. Tak ayal, PTN pun harus mematuhi ketentuan pemerintah tentang penerimaan calon mahasiswa baru itu.

Selain harus mengutamakan 60 persen calon mahasiswa dari seleksi nasional dan baru 40 persen dari seleksi mandiri, PTN juga tidak boleh menyelenggarakan seleksi mandiri sebelum Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN yang akan dilaksanakan pada 1-2 Juni 2011. Demikian ditegaskan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2010 tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana. Continue reading

Pengembangan Perguruan Tinggi

Bagaimana para pemuda, yakni pelajar, mahasiswa, dan Alumni fresh graduate Perguruan Tinggi (PT), mendefinisikan Perguruan Tinggi Idaman? Agar bisa terhimpun dalam jajaran Perguruan Tinggi Favorit Indonesia, terlebih menjadi Perguruan Tinggi Terbaik, tentu saja sebuah PT harus bisa memenuhi harapan dan kebutuhan para mahasiswa.

Dalam rangka mengikuti Lomba Blog UII yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia, melalui penelitian kecil, saya mencoba mencari tahu, apa sejatinya harapan mahasiswa terhadap PT. Yakni, dengan cara mengambil 40 orang responden secara acak dari daftar phonebook handphone, saya lalu menghubunginya melalui SMS. Pertanyaan yang dilayangkan ialah “Bagaimana Perguruan Tinggi Idaman yang anda impikan?” Diperolehlah 40 jawaban.

Lantas saya mesti menyimpulkan. Demikian kira-kira metode penyimpulannya. Dalam merumuskan pengembangan PT, asumsi saya, sebuah PT dituntut untuk bisa mengembangkan keilmuan dan kepribadian mahasiwa, sekaligus terus meng-upgrade managemen dan sarana fisik penunjang. Empat hal dalam dua kategori diatas menjadi sangat penting bagi pengembangan PT. Continue reading

Merevisi Statuta Universitas

Tahun ini adik saya akan menginjak bangku Perguruan Tinggi. Tentu saja ia berharap masuk dalam jajaran Perguruan Tinggi Terbaik. Satu satunya jalur yang saya gunakan untuk turut mencari informasi, ialah internet—karena memang hanya itu yang bisa saya lakukan. Melalui situs search engine google.com, saya lalu berselancar.

Keyword yang pertama kali saya tuliskan ialah Perguruan Tinggi Favorit Indonesia. Akhirnya terhamparlah beberapa link situs. Ternyata kebanyakan situs yang mengandung keyword tersebut ialah artikel yang diikut sertakan dalam Lomba Blog UII, oleh Universitas Islam Indonesia yang bertema Perguruan Tinggi Idaman.

Ya. Indonesia, selain terdiri dari ribuan pulau, juga terdiri dari ribuan Perguruan Tinggi. Secara tidak berlebihan, seakan fenomena itu ingin menegaskan bahwa Perguruan Tinggi menjadi semacam prasyarat utama penyokong bangsa. Saya lalu tergelitik, apa yang biasa dibayangkan orang tentang kehidupan dunia universiter, Perguruan Tinggi. Continue reading

Pancasila di Perguruan Tinggi

Salah satu judul berita mencolok tentang Perguruan tinggi yang hingga kini sangat saya ingat ialah “70% Perguruan Tinggi tak terapkan Mata Kuliah Pancasila”, dalam koran harian Kedaulatan Rakyat pada 4 Februari 2009. Tentu saja kabar ini begitu memprihatinkan. Sekaligus membuktikan anggapan ketidakpedulian Perguruan Tinggi terhadap Pancasila, sebagai landasan bangsa. Sangat disayangkan, di era globalisasi, di mana bangsa perlu mengukuhkan Pancasila sebagai jatidiri, Perguruan Tinggi malah angkat kaki dari tanggungjawab ini.

Kenapa Pancasila? Hingga kini kita tidak menemukan alasan yang tepat untuk berpaling dari Pancasila dan memilih landasan ideologis yang lain. Sehingga anggapan bahwa Pancasila sudah tak relevan lagi dijadikan sebagai landasan bangsa, dengan sendirinya menjadi pernyataan yang tidak relevan. Pancasila adalah pencapaian luhur Bangsa. Tak heran bila secara yuridis kontitusional, Pancasila pun diangkat sebagai dasar negara, falsafah, kepribadian, dan pandangan hidup bangsa. Continue reading