Pengakuan Waktu

Panggil saja aku waktu. Orang mengenalku sebagai penanda apa pun. Dalam sebuah kamus, aku dimengerti sebagai rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan, berada atau berlangsung. Aku digeneralisasi ke dalam bentuk yang baku.

Menurutku, cara mereka dalam melakatkan aku pada segala hal cukup ceroboh. Padahal mereka sendiri yang menegaskan, aku dipakai untuk menandai interval keadaan/kejadian, yang ini tentu saja berbeda untuk tiap hal. Bukannya itu menempatkan waktu dalam keunikannya? Menurutku, Einstein menjadi orang yang cukup jeli dalam mengenalku. Continue reading