Penggelolaan Swakelola Sampah Kampung Sukunan

Di kampung itu, sampah dipilah-pilah. Tong sampah berwarna-warni. Sebuah kampung yang memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri. Ialah Kampung Sukunan, Kelurahan Banyuraden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Para warganya menyadari, sejalan dengan kebutuhan manusia akan barang konsumsi yang semakin meningkat–sekaligus beragam, sampah sebagai residu dari barang produksi yang dikonsumsi manusiapun juga turut bertambah dan beragam. Dampaknya, sampah mengalami pembekakan secara frekuensi dan volume. “maka sampah perlu dikelola,” ujar anak Sekolah Dasar di kampung itu yang enggan menyebutkan ketika ditanya namanya.

Di Indonesia, di antara sedikit orang yang peduli akan keberadaan sampah, sangat sedikit orang yang memfokuskan diri untuk mengurus dan mengolah sampah. Iswanto ialah salah seorang diantara kaum yang sangat sedikit itu. Ia adalah orang yang kesehariannnya memikirkan, mengolah, dan memanfaatkan sampah di lingkungannya. Lalu untuk apa sampah dikelola dan dimanfaatkan? Bukankah kodrat dari sampah ialah untuk dibuang? Bukankah apa yang kita namakan sebagai sampah dengan sendirinya tidak akan memberikan manfaat? Pertanyaan-pertannyan itu akan gugur bila kita melihat kreatifitas Iswanto. Continue reading

Duet Ekonomi Syariah dan Koperasi

Sistem ekonomi apa yang dianggap paling cocok bagi Indonesia? Sistem ekonomi apa yang sesuai dengan kepribadian bangsa? Sistem ekonomi apa yang digagas oleh para pendiri bangsa? Ketiga pertanyaan di atas merujuk pada satu jawaban yang sama. Tak lain ialah sistem ekonomi koperasi, sistem ekonomi kerakyatan.

Sistem pengelolaan keuangan ala koperasi telah digagas oleh sang proklamator kita, Dr. Mohammad Hatta, sejak lama, sejak Indonesia merdeka. Tak salah bila ia dikukuhkan sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Mengapa koperasi dianggap sesuai dengan kepribadian bangsa? Continue reading