Modifikasi Nomor Polisi

Di jalan raya, kita mungkin sering menemukan plat nomor yang didesain menjadi sebuah tulisan yang bisa dibaca. Misalnya, dari B 900 GLE digeser jadi B 900GLE (dibaca be Google).

Ya, selama ini bantak terelihat nomor kendaraan yang aneh lagi unik itu bertebaran. Bisa jadi itu kebetulan, atau memang nomor yang dipesan khusus. Namun oleh pemiliknya dimodifikasi sendiri tata letaknya. Bukankah ini bagus? Lantas apa yang bikin bahaya?

Ternyata kini, para pemilik kendaraan yang susunan tata letak nomor polisi pada plat nomornya berubah dari yang ditetapkan Kepolisian, diminta untuk diganti. Bila sudah dimodifikasi, Anda disarankan mengganti nopol tersebut dengan yang dikeluarkan Samsat. “Pemilik mobil atau motor yang memasang plat seperti itu akan diganjar denda Rp 500.000 atau pidana penjara dua bulan,” kata Baharudin dalam sebuah wawancara di Kompas.

Konon, dalam Pasal 280 UU No 22 Tahun 2009 tentang aturan larangan nopol modifikasi, disebutkan, “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dipasangi tanda nomor kendaraan bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 Ayat (1) dipidana dengan kurungan dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 .” Inilah bahayanya. kalau ketahuan, bisa kehilangan Rp 500.000.

Yah. Saya tidak terlampau ada urusan sebetulnya. Toh biasanya yang punya plat nomor antik itu kebanyakan orang kaya. Biarkan mereka saja yang memikirkannya.[]

Prihatin, Tiga Gereja Pantekosta Temanggung Dibakar

KOMPAS – Setidaknya tiga gereja di Temanggung, Jawa Tengah, rusak karena menjadi sasaran amuk massa menyusul kerusuhan dalam persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Antonius Richmond Bawengan di Pengadilan Negeri Temanggung, Selasa (8/2/2011).

 VIVAnews – Dari Tiga Gereja yang diamuk massa terkait sidang penistaan agama dengan terdakwa Anthonius Richmond Bawengan, Gereja Pantekosta yang terletak di Jalan Soedirman Temanggung, Jawa Tengah paling parah kondisinya. Gereja ini sempat dibakar.

MEDIA INDONESIA- Ribuan massa pendemo sidang kasus penistaan agama atas terdakwa Anthonius Richmord Bawengan di Pengadilan Negeri (PN) Temanggung, Jawa Tengah makin brutal. Mereka membakar Gereja Shekinah yang terletak di belakang Kantor Dinas Pertanian, dan Gereja Pantekosta di Sebelah Pasar Kliwon Temanggung, Selasa Siang (8/2). Continue reading

Kemelut Mesir dari Sebuah Warung

Dengan mempertahankan cengkeraman tangan besinya di Mesir selama 30 tahun, Hosni Mubarak disejajarkan dengan Firaun,” demikian tulis Egidius Patnistik dalam liputannya di kolom Internasional kompas.com, 31 Januari lalu. Sangat menohok.

Saya sebetulnya tak terlampau paham dengan konstelasi politik Timur Tangah. Ya, barangkali memang bukan bidang saya. Halah..—opo tho. Koran yang disajikan di warung di mana saya biasa makan, lah yang memaksa saya untuk mengikuti perkembangan ini. Karena memang nampaknya, ketika membolak-balik Koran di meja makan—tentunya setelah memonopoli Koran dari penjaja lain,  tak ada berita yang lebih cocok dibaca sembari makan selain berita huru-hara itu.

Bahkan melebihi kemelut soal cerpen “Perempuan Tua dalam Rashomon” karya Dadang Ari Murtono (Kompas, 30 januari 2011). Cerita pendek ini mengegerkan dunia sastra Indonesia lantaran dianggap sebagai hasil dari plagiat dari cerpen Akutagawa Ryunosuke, cerpenis terbaik jepang, yang berjudul “Rashomon”. Yah. Ini memang gempar. Tapi tak ada huru-hara, melainkan sedikit caci-maki, umpatan, atau kekecewaan, entah pada Kompas atau Dadang. Continue reading