Tulisan Curhat Alanda Kariza

–(ini adalah tulisan Alanda Kariza, mengenai nasib sial ibunya karena tertimpa kasus Bank Century )

Jika ditanya apa cita-cita saya, saya hampir selalu menjawab bahwa saya ingin membuat Ibu saya bangga. Tidak ada yang lebih menyenangkan dibanding mendengar Ibu menceritakan aktivitas saya kepada orang lain dengan wajah berbinar-binar. Semua mimpi yang saya bangun satu persatu, dan semoga semua bisa saya raih, saya persembahkan untuk beliau. Belakangan ini, kita dibombardir berita buruk yang tidak habis-habisnya, dan hampir semuanya merupakan isu hukum. Saya… tidak henti-hentinya memikirkan Ibu. Terbangun di tengah malam dan menangis, kehilangan semangat untuk melakukan kegiatan rutin (termasuk, surprisingly, makan), ketidakinginan untuk menyimak berita… Entah apa lagi.

Selasa, 25 Januari 2011, periode ujian akhir semester dimulai. Hari itu juga, Ibu harus menghadiri sidang pembacaan tuntutan. Hampir tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan Ibu saya, yang sejak bulan September 2005 bekerja di Bank Century. Hanya keluarga dan kerabat dekat kami yang mengetahui bahwa Ibu menjadi tersangka di beberapa kasus yang berhubungan dengan pencairan kredit di Bank Century. Sidang pembacaan tuntutan kemarin merupakan salah satu dari beberapa sidang terakhir di kasus pertamanya. Continue reading

Advertisements

Curhat Alanda Kariza dan Pledoi Arga Tirta Kirana atas 10 tahun Penjara 10 Miliar

Alanda Kariza, gadis berusia 19 tahun ini menulis mengenai nasib ibunya di media sosial. Sang ibu, Arga Tirta Kirana, terkait dengan kasus pemalsuan dokumen di Bank Century. Beberapa kali siding digelar, saat itu pula perhatian publik tertuju.

Beruntung saya sempat membaca tulisan gadis itu beberapa saat lalu dari link yang diberikan teman pada dinding facebook saya. Alanda yang juga penulis ini secara khas menggambarkan kegetiran seorang anak. Dalam tulisan itu ia nampak geram.

Ibunya bukan sosok yang terlibat. Posisi ibunya dalam Bank Century, Kepala Divisi Legal Bank Century, tidak memberikan kemungkinan untuk melakukan kenistaan itu. Lagipula Ibunya juga bukan orang yang gila harta. Hidup berkecukupan sebagai keluarga, dan tak punya banyak harta. Ia hanya dijadikan kambing hitam yang diajukan oleh peman besar yang ada di atasnya.

Dalam pengakuannya pribadinya, Arga, sang ibu, menyebut Hermanus Hasan Muslim dan Robert Tantular, pemilik Bank Century, lah orang yang bertanggung jawab dalam perkara yang menjeratnya. Karena menurutnya, semua kredit ini belakangan saya ketahui adalah untuk kepentingan si bos itu. Demikian Arga sampaikan di depan majelis hakim.

Arga Tirta Kirana didakwa melanggar Pasal 49 UU ayat 2 UU Perbankan dalam pemberian kredit terhadap empat perusahaan. Namun, Arga membantah semua dakwaan itu karena pemberian kredit itu bukan tanggung jawab dan wewenangnya. Arga Tirta Kirana dituntut 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar atas dugaan pencatatan palsu dalam laporan tarnsaksi perbankan. Kata kunci “10 tahun, Rp10 miliar” inilah yang dijadikan judul dalam tulisan Alanda.

Saya juga tak habis pikir. Dalam cermatan sederhana, seorang gayus yang bisa bermewah-mewahan dan merugikan lebih banyak bagi negara, hanya 7 tahun. Saya memang tak thu juntrungnya, namun saya kira ini tetap keterlaluan. Lembaga peradilan kini hanya tukang hukum bayaran.[]

–Rifqi Muhammad