Mistisime Jawa dalam Belenggu Kebebasan Beragama

Adalah Niels Mulder, merupakan penulis, yang tertarik dan tergolong berhasil dalam mengungkap jagat mistik dan kepercayaan Jawa. Melalui buku Mysticism in Java; Ideology in Indonesia, antropolog belanda ini menerawang, memasuki, dan menjabarkan jagat mistik yang syarat problematika dan teka-teki. Oleh Mulder, mistisisme didefinisikan sebagai bentuk hepercayaan. Mistisisme dikategorikan sebagai kepercayaan lokal diluar mainstream agama-agama yang posisinya telah diresmikan negara.

Dalam terjemahan buku Mulder yang terbit di Indonesia dengan judul Mistisisme Jawa; Ideologi di Indonesia ini, mistisisme Jawa, menurutnya, pernah dua kali bangkit dalam kontestasi keagamaan nasional. Yakni, pada masa-masa akhir Soekarno dan awal kepresidenan Soeharto. Geliat pertama ditandai munculnya BKKI (Badan Kongres Kebatinan Indonesia). Wongsonegoro sebagai pentolannya, serta penganutnya, akhirnya “berbenturan” dengan tokoh-tokoh agama mapan di Indonesia, khususnya Islam. Continue reading

Sejarah Singkat Pers Mahasiswa

Pada mulanya diniati sebagai upaya perjuangan. Itulah alasan keberadaan (raison d’etre) Pers Mahasiswa di Indonesia. Maka di awal kemunculaya, pers mahasiswa kental dengan gerakan kemahasiswaan dan gerakan perjuangan kemerdekaan. Ia adalah upaya penyebarkan ide-ide pembaharuan, nasionalisme dan perjuangan Bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan.

Dalam literature sejarah, tercatat beberapa terbitan yang menjadi tonggak perjalanan pers mahasiswa, diantaranya, Jong java, Indonesia Merdeka, Oesaha Pemuda, atau Jaar Boek (Amir E. Siregar; 1983). Pada masa selajutya, ketika Demokrasi Liberal diterapkan, pers mahasiswa kian menjamur, di Jakarta misalnya, terbit Academia, Mahasiswa, Forum; di Bandung, Bumi Siliwangi (IKIP), Intelegensia (ITB); di Yogyakarta, Criterium (IAIN), GAMA (UGM); di Surabaya, Ut Omnes Umum Sint (GMKI); di Makasar Duta Mahasiswa (DEMA Hasanuddin); di Medan, Gema Universiter; dan di Padang, terbit Tifa Mahasiswa. Continue reading

Benang Merah Islamisme dan Fundamentalisme

Jejak KafilahJudul Buku : Jejak Kafilah; Pengaruh Radikalisasi Timur Tengah di Indonesia / Pengarang : Greg Fealy dan Anthony Bubalo / Penerbit : Mizan, Bandung / Cetakan : Cetakan I, Desember 2007 / Tebal : 202 Halaman

Peristiwa Pentagon dan World Trade Center pada 11 september 2001 telah menorehkan tinta kusam dalam lembaran sejarah diawal abad 21. Tak mengherankan kalau banyak reaksi yang muncul. Mulai dari pengucilan, kutukan, sampai aksi militer terhadap mereka yang dianggap sebagai terorisme pun terus berlanjut. Kalangan Islam garis keras lah yang menjadi sasaran, karena kelompok inilah yang dicurigai sebagai dalang semua aksi-aksi terorisme.

Sejak saat itu, banyak pihak yang memandang islam laiknya sekawanan kafilah fundamentalis berwajah tunggal, yang kalau dibiarkan, akan menjadi ancaman bagi dunia global. Akibatnya, pada dekade ini kita dihadapkan pada fenomena “perang melawan terorisme” yang ditujukan pada Islam. Demikianlah setidaknya kesan yang akhir akhir ini mencuat kepermukaan. Continue reading