Daftar Peringkat Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia

Webometrics, sebuah situs yang mensurvei universitas-universitas di dunia dari kategori website Perguruan tinggi, baru-baru ini merilis daftar peringkat terbaik Universitas di dunia tahun 2011. Lembaga yang berafiliasi dengan Dewan Riset Nasional Spanyol ini mengeluarkan daftar peringkat PT dua kali dalam setahun, yakni Januari dan Juli. Data PT di seluruh dunia, tentu saja yang terdata, dikumpulkan, diolah, dan digunakan untuk memeringkat sekitar 12.000 perguruan tinggi di seluruh dunia.

Penghitungan peringkat Webometrics didasarkan atas keunggulan dalam publikasi elektronik (e-publication) yang terdapat dalam domain web masing-masing perguruan tinggi. Penilaian diukur dari empat indikator, yakni size (jumlah halaman publikasi elektronik yang terdapat dalam domain web perguruan tinggi), visibility (jumlah halaman lain yang mencantumkan URL domain perguruan tinggi yang dinilai). Lalu ada, rich files (relevansi sumber elektronik dengan kegiatan akademik dan publikasi perguruan tinggi tersebut) dan scholar (jumlah publikasi dan sitasi bermutu pada domain perguruan tinggi).

Entah peringkat ini benar-benar berpengaruh terhadap kualitas PT atau tidak, nmun itu yang diakui dunia. Tulisan ini disajikan untuk maksud perluasan informasi saja. PT terbaik di Indonesia versi Webometricts, berikut inilah daftarnya:

 

Advertisements

Liputan Tempo 1974; Ahmadiyah, Sebuah Titik yang Dilupa

Sebuah tulisan bertajuk Laporan Tempo 1974 yang diunggah hminews menarik perhatian saya. Tulisan itu menampilkan liputan majalah Tempo tentang ahmadiyah pada beberapa tahun lampau. Memang ini bukan yang pertama kalinya sebuah kelompok keagamaan yang dicetuskan oleh Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908) ini diberitakan dalam ulasan panjang. Sebelumnya, pada 1933, Tempo juga telah meliput kejadian yang sama.

Jakarta, 29 September 1933. Alkisah, berkumpullah sekitar 2.000 orang (wartawan semua media, wakil pelbagai aliran dalam Islam, dan warga yang ingin menyaksikan) dalam sebuah diskusi spesial. Seorang moderatormengetengahkan diskusi pada: benarkah ada nabi lain setelah Muhammad? Diskusi merebak, perbincangan meruyak. Tapi tak ada yang berteriak memerintahkan bakar dan bunuh orang Ahmadiyah. Tak ada ustad yang menghalalkan darah kaum Ahmadiyah.

Empat puluh tahun kemudian, rekaman itu diulas kembali oleh Majalah Tempo karena pada 1974 itu isu Ahmadiyah kembali mengemuka. Konon, baik tahun 1933 maupun 1974, suasana cukup teduh, tidak seperti pada 34 tahun kemudian.

Berikut liputannya: Continue reading

Presiden Mesir Hosni Mubarak Resmi Mundur

Hingga malam ini, jutaan rakyat Mesir tetap bertahan di Lapangan Tahrir, Kairo. Mereka menantikan ganjaran dari apa yang mereka perjuangkan selama ini. Kalau Mubarak Mundur malam ini, tentu bukanlan sebuah keajaiban. Kemunduran Mubarak adalah hasil perjuangan.

Pernyataan Mubarak mundur dari jabatannya sebagai presiden Mesir pada judul di atas, tentu saja sebuah harapan. Harapan dari sebagian besar—bahkan mungkin seluruh—rakyat Mesir.

Sebagaimana dilansir BBC, mubarak sendiri dipastikan akan memberikan pidato malam ini. Ia  akan menyampaikan pidato pada Kamis (10/2/2011) pukul 22.00 waktu setempat atau Jumat (11/2/2011) pukul 03.00 WIB. Ini tentu cukup menegangkan. Revolusi Melati akhirnya berimbas di Mesir, Presiden Husni Mubarak resmi mengundurkan diri dari jabatan presiden ini harapan besar.

Tulisan Curhat Alanda Kariza

–(ini adalah tulisan Alanda Kariza, mengenai nasib sial ibunya karena tertimpa kasus Bank Century )

Jika ditanya apa cita-cita saya, saya hampir selalu menjawab bahwa saya ingin membuat Ibu saya bangga. Tidak ada yang lebih menyenangkan dibanding mendengar Ibu menceritakan aktivitas saya kepada orang lain dengan wajah berbinar-binar. Semua mimpi yang saya bangun satu persatu, dan semoga semua bisa saya raih, saya persembahkan untuk beliau. Belakangan ini, kita dibombardir berita buruk yang tidak habis-habisnya, dan hampir semuanya merupakan isu hukum. Saya… tidak henti-hentinya memikirkan Ibu. Terbangun di tengah malam dan menangis, kehilangan semangat untuk melakukan kegiatan rutin (termasuk, surprisingly, makan), ketidakinginan untuk menyimak berita… Entah apa lagi.

Selasa, 25 Januari 2011, periode ujian akhir semester dimulai. Hari itu juga, Ibu harus menghadiri sidang pembacaan tuntutan. Hampir tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan Ibu saya, yang sejak bulan September 2005 bekerja di Bank Century. Hanya keluarga dan kerabat dekat kami yang mengetahui bahwa Ibu menjadi tersangka di beberapa kasus yang berhubungan dengan pencairan kredit di Bank Century. Sidang pembacaan tuntutan kemarin merupakan salah satu dari beberapa sidang terakhir di kasus pertamanya. Continue reading

Pulau Komodo agar Masuk 7 Keajaiban Dunia

Mari bertolak menuju ke Indonesia bagian tengah menjelang timur. Ada kaber gembira di sana. Pulau Komodo akhirnya lolos sebagai finalis tujuh keajaiban baru dunia. Pengumuman penting itu disampaikan oleh Komite New7Wonders senin lalu. Dengan demikian, pemungutan suara untuk Pulau Komodo sebagai finalis NW7 pun dilanjutkan. Tentu ini cukup menggembirakan, bukan?

Namun, saat ini juga New7Wonders menghapus Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) dari statusnya sebagai Pejabat Komite Penunjang Pulau Komodo di kampanye New7Wonders of Nature. Ini terkait dengan Polemik antara New7Wonder dengan Kemenbudpar.

Sebelum keputusan itu dikeluarkan, ada informasi beredar mengenai rencana penghapusan Pulau Komodo dari keikutsertaan New7Wonder. Hal itu lalu direspon, pemerintah berencana melemparkan tuntutan hukum. New7Wonder pun kecewa karena menurut mereka pemerintah terlampau menghiraukan informasi yang salah. Meski demikian, saya kira, hal ini berkaitan dengan polemik antara kedua kubu itu.

Perseteruan ini tentu seharusnya tak perlu terjadi, karena bagaimanapun akan berimbas pada dukungan terhadap Pulau Komodo pada pemilihan mendatang.

Curhat Alanda Kariza dan Pledoi Arga Tirta Kirana atas 10 tahun Penjara 10 Miliar

Alanda Kariza, gadis berusia 19 tahun ini menulis mengenai nasib ibunya di media sosial. Sang ibu, Arga Tirta Kirana, terkait dengan kasus pemalsuan dokumen di Bank Century. Beberapa kali siding digelar, saat itu pula perhatian publik tertuju.

Beruntung saya sempat membaca tulisan gadis itu beberapa saat lalu dari link yang diberikan teman pada dinding facebook saya. Alanda yang juga penulis ini secara khas menggambarkan kegetiran seorang anak. Dalam tulisan itu ia nampak geram.

Ibunya bukan sosok yang terlibat. Posisi ibunya dalam Bank Century, Kepala Divisi Legal Bank Century, tidak memberikan kemungkinan untuk melakukan kenistaan itu. Lagipula Ibunya juga bukan orang yang gila harta. Hidup berkecukupan sebagai keluarga, dan tak punya banyak harta. Ia hanya dijadikan kambing hitam yang diajukan oleh peman besar yang ada di atasnya.

Dalam pengakuannya pribadinya, Arga, sang ibu, menyebut Hermanus Hasan Muslim dan Robert Tantular, pemilik Bank Century, lah orang yang bertanggung jawab dalam perkara yang menjeratnya. Karena menurutnya, semua kredit ini belakangan saya ketahui adalah untuk kepentingan si bos itu. Demikian Arga sampaikan di depan majelis hakim.

Arga Tirta Kirana didakwa melanggar Pasal 49 UU ayat 2 UU Perbankan dalam pemberian kredit terhadap empat perusahaan. Namun, Arga membantah semua dakwaan itu karena pemberian kredit itu bukan tanggung jawab dan wewenangnya. Arga Tirta Kirana dituntut 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar atas dugaan pencatatan palsu dalam laporan tarnsaksi perbankan. Kata kunci “10 tahun, Rp10 miliar” inilah yang dijadikan judul dalam tulisan Alanda.

Saya juga tak habis pikir. Dalam cermatan sederhana, seorang gayus yang bisa bermewah-mewahan dan merugikan lebih banyak bagi negara, hanya 7 tahun. Saya memang tak thu juntrungnya, namun saya kira ini tetap keterlaluan. Lembaga peradilan kini hanya tukang hukum bayaran.[]

–Rifqi Muhammad

Polemik antara New7Wonder dengan Kemenbudpar

Uraian Kronologis Polemik versi New7Wonder sebelum keputusan masuknya Pulau Komodo dalam seleksi Tujuh Keajaiban Dunia.

 

Tahun 2009: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kembudpar) RI membuat dan menyampaikan berbagai peryataan publik bahwa RI ingin menjadi Tuan Rumah Penganugerahan dan penyelenggaraan Deklarasi Pemenang 7 Keajaiban Alam Dunia yang baru.

Pebruari 2010: Kembudpar mengundang Direktur Yayasan N7W untuk meminta saran dan panduan bagaimana menyelenggarakan kampanye Vote Komodo agar sukses menjadi salah satu 7Keajaiban Alam Dunia.

Jasa konsultasi ini diberikan oleh N7W tanpa imbalan apapun kecuali biaya tuan rumah menjamu. Saat konsultasi berlangsung Kemenbudpar juga menyampaikan pernyataan publik bahwa Indonesia tertarik juga untuk menjadi tuan rumah dan penyelenggara event dimaksud.

Direktur N7W diundang untuk menyajikan persyaratan utama (termasuk parameter investasi umum) dari peluang Deklarasi Pemenang 7 Keajaiban di kantor Kembudpar. Continue reading