Soal Rahasia Negara di Twitter

Beny Israil, nama ini melambung di twitter ahir-akhir ini. Tak diketahui siapa dia sebenarnya. Alkisah, melalui akunnya, @beny_israil, ia berlaku laiknya Julian Assange dalam Wikileaks-nya. Dalam akun itu Beny menyinggung geliat para pejabat di negeri ini dan beberapa isu sensitif di negeri ini.

Dalam pekan terakhir ini bahkan ia mengeluarkan serial intelijen negara. Sejumlah nama-nama mantan petinggi militer disebut-sebut, misalnya Sujono Humardani, Ali Murtopo, Soedomo, atau Beny Moerdani. Beni juga membincangkan tentang sebuah kasus secara terbuka dengan @febridiansyah milik Febridiansyah, peneliti ICW (Indonesia Corruption Watch).

Herannya, Beny tampak akrab dengan akun twitter @budimansudjatmiko yang diduga milik anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). “RT @budimandjatmiko: Juara! Kpn2 kita minum teh di HydePark:) RT @benny_israel: The Circle. Kata orang Malaysia itu …” demikian ciciannya. Continue reading

Pantas! Nurdin dan Gayus Sempat Satu Sekolah

Tak bosan-bosannya saya mengunjungi forum kaskus. Kali ini bukan lantaran betah mengunjungi thread yang bemutu perihal info politik, budaya, atau teknologi, namun thread joke alias lelucon. Guyonan dan leluconnya segar nan menggelitik.

Tengok saja judul di atas, merupakan potongan dari salah satu judul gambar hasil editan foto Gayus Tambunan dan Nurdin Halid. Alkisah kedua orang ini akhir-akhir ini kerap jadi bahan hujatan dan tertawaan diantara kaskuser–demikian sebutan pegiat kaskus. Coba lihat foto dibawah ini, betapa kreatif imajinasi visual peraciknya.

Barangkali produk olah visual semacam ini terkadang tampak kelewatan, namun memang beginilah gaya respon seniman maya. Bahkan kalau kita lihat beberapa foto yang lain, tampak lebih parah. Saya kira ini bentuk kreatifitas kritik yang positif. Bahkan dalam beberapa hal, seperti dalam kasus Nurdin–yang sangat kelewatan itu, jelas sangat diperlukan. Entah kalau SBY, barangkali foto-fotonya juga bakal menyusul :hammers

Recomended Video Zizek

Video orasinya bertajuk “What does it mean to be a revolutionary today?”

Continue reading

Menelanjangi Slavoj Žižek

 

Slavoj Žižek

Orang ini, begitu bersemangat. Saya suka gayanya ketika berorasi. Sayang ia tidak terpilih jadi presiden. haha..

Ialah SLAVOJ ŽIŽEK, 60, lahir di Ljubljana, Slovenia. Dia adalah profesor pada the European Graduate School, direktur internasional the Birkbeck Institute for Humanities di London, dan peneliti senior pada instistut sosiologi the University of Ljubljana. Ia telah menulis lebih dari 30 buku beragam subjek dari Hitchcock, Lenin, dan Peristiwa 9/11. Žižek juga pembawa acara serial The Pervert’s Guide To Cinema. Continue reading

Penggelolaan Swakelola Sampah Kampung Sukunan

Di kampung itu, sampah dipilah-pilah. Tong sampah berwarna-warni. Sebuah kampung yang memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri. Ialah Kampung Sukunan, Kelurahan Banyuraden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Para warganya menyadari, sejalan dengan kebutuhan manusia akan barang konsumsi yang semakin meningkat–sekaligus beragam, sampah sebagai residu dari barang produksi yang dikonsumsi manusiapun juga turut bertambah dan beragam. Dampaknya, sampah mengalami pembekakan secara frekuensi dan volume. “maka sampah perlu dikelola,” ujar anak Sekolah Dasar di kampung itu yang enggan menyebutkan ketika ditanya namanya.

Di Indonesia, di antara sedikit orang yang peduli akan keberadaan sampah, sangat sedikit orang yang memfokuskan diri untuk mengurus dan mengolah sampah. Iswanto ialah salah seorang diantara kaum yang sangat sedikit itu. Ia adalah orang yang kesehariannnya memikirkan, mengolah, dan memanfaatkan sampah di lingkungannya. Lalu untuk apa sampah dikelola dan dimanfaatkan? Bukankah kodrat dari sampah ialah untuk dibuang? Bukankah apa yang kita namakan sebagai sampah dengan sendirinya tidak akan memberikan manfaat? Pertanyaan-pertannyan itu akan gugur bila kita melihat kreatifitas Iswanto. Continue reading

Pergolakan Puisi Gus Mus Tentang Lirboyo

; Apresiasi Puisi “Lirboyo, Kaifal Haal ?”

Menulis puisi model orang menulis surat dalam andai-andai, detil pula rekaman aspek penguat dan pilihan diksi yang tidak berorietasi pada matra, tetapi hasilnya jauh lebih mencengangkan, saya pikir Gus Mus—paggilan akrab KH Ahmad Musthofa Bisri—ini terlalu ber-skill. Kesan itu menggumuli saya seusai membaca sajak bertajuk “Lirboyo, Kaifal Haal ?” yang terhimpun dalam Antalogi Puisi Tadarus (Prima Pustaka Yogya, 1993).

“Lirboyo, Masihkah tebu-tebu berderet manis sepanjang jalan/ menyambut langkah gamang santri anyar menuju gerbang/ ataukah seperti dimana-mana/ digantikan bangunan-bangunan bergaya spanyolan/ dan pabrik-pabrik yang angkuh” demikian Gus Mus mengawali sajaknya melalui dialog ruang. Continue reading

Tentang Cak Nur sebagai Gagasan

Justru saya menjadi dekat dengan Cak Nur saat mengakrabinya sebagai Idea. Bukan semata kala bergumul dengan pemikirannya.

Pengalaman dan ingatan yang berkesan tentu tak mudah lekang. Demikianlah kiranya saat tokoh besar itu merangsek dalam relung kesadaran saya. Kala itu, saat saya berumur sebelas tahun, pak lek yang tengah menempuh Perguruan Tinggi di Yogyakarta kebetulan sedang pulang. Laiknya anak-anak yang hidup di desa terpencil, mendengarkan cerita tentang hiruk pikuk kota dengan sebongkah keindahannya tentu menjadi dambaan. Maka wajar bila saya meminta pak lek untuk mengkisahkan dunia barunya.

Di tengah kelindan kekaguman akan surga kota, saya kemudian merasa tergelitik untuk bertanya tentang sesuatu yang saat itu saya anggap penting. “disana kalau ngaji dengan siapa?” dan “Pondoknya sebesar apa?”, tanyaku berturut-turut. Pertanyaan tersebut bukan tanpa alasan. Mengaji—dalam hal ini mendalami agama dengan panduan kyai—merupakan kewajiban tak tertulis bagi segenap warga di kampung kami. Lagi pula dari kecil sampai SMA, Pak Lek salalu mondok. Lalu dengan mantap ia menjawab, “nama kyai-nya Nurcholish Madjid, pondoknya besar, juga lengkap dengan puluhan ribu kitab”. Belakangan baru saya ketahui kalau pondok yang ia maksud ternyata perpustakaan kampus. Continue reading