Siklus

Konon, hidup itu berputar, berkembangbiak dan silih-berganti. Pada mulanya semua berupa janin tenang yang hanya bisa terpekur dalam rahim anyir, yang juga hangat dan katanya nyaman. Hingga kemudian manusia lahir dengan darah; meronta, tumbuh, dan mencari mana yang bisa dimainkan. Dan kesadaran pun memulai, diantaranya kehendak bersenang-senang, atau bersahutan dengan lawan. Semua bertubi-tubi kembali dan berulang-ulang datar. Hingga suatu ketika harus menghidupi anak, bekerja, dan mempersiapkan hari tua; kesemuanya berlarut-larut hingga manula dan dimakan usia. Bila demikian, membelok-belokkan diri sebelum masanya, itu lebih baik sepertinya. Continue reading

Advertisements