Provokator Komflik Agama dalam Kerusuhan Temanggung

Kasus penistaan agama oleh Antonius dan pembakaran gereja sangat menggemparkan iklim keberagamaan kita. Kalau ini tidak disikapi secara tenang, maka bisa menyebabkan sentimen keagamaan yang lebih besar. Pasca kejadian tersebut, pihak yang sangat berpengaruh terhadap kekalutan di tengah masyarakat salah satunya adalah pihak media. Karenanya, kalau terjadi keributan antara dua agama pada beberapa hari mendatang, maka medialah yang sangat berpengaruh.

Hendaknya media tidak mengaluarkan berita yang bernada menyudutkan. Disamping media cetak, media internet sangat mengambil peran penting dalam memengaruhi wacana masyarakat. Termasuk juga Blog, hendaknya juga tidak menginformasikan kasus semacam temanggung ini dengan nada provokatif. Baik provokatif judulnya, maupun secara isi (content). Karena  hal ini tentu saja akan berpengaruh terhadap emosi pembaca.

Saya beharap tidak ada media profokator di negeri ini.  Namun ternyata ada beberapa tulisan yang judul maupun isinya cukup sentimentil, profokatif. Berikut coba cari contoh berita yang mengundang sentimen keagamaan, baik blog maupun media umum online. Saya kira judul-judul berikut ini sangat provokatif. Kalau orang yang ucapannya bisa menyebabkan sentimen dan kebencian disebut sebagai profokator, bisakah kita menganggap () media yang membangkitkan sentimen disebut juga dengan profokator? Barangkali iya, jawabnya.

Judul di atas jelas mengundang sentiment. Kata “Pendeta menghina Nabi Muhammad” bisa menyebabkan kemarakan umat Islam.

Judul ini profokatif karena kenyataannya bukan hanya Islam yang Sntonius sebut. Dengan hanya menyebutkan islam, tentu ini bisa menjadi provokasi.  Terlebih lagi ia menyebut Pendeta. Menyandingkan kata Pendeta dengan kata “Hina Islam” tentu sangat profokatif.

Analisanya sama dengan judul di yang atas.

Analisanya sama dengan judul di yang atas.

Saya sengaja tidak menyebutkan website tersebut. Itu hanya beberapa judul yang kebetulan saya temui. Saya kira masih cukup banyak penulis yang melakukan tindakan yang sama.[]

Advertisements

11 thoughts on “Provokator Komflik Agama dalam Kerusuhan Temanggung

  1. setuju!!, harus lihat dgn jeli karena banyak provokator yang menguasai media cetak. Negara ini selalu kalah dengan mereka. Mari kita lihat tindakan hukum di negara ini. apakah vonis bebas?? sudah buat kerusakkan, sudah bakar gedung, bakar mobil, sepeda motor dan bunuh orang.

  2. belum jelas juga kasus antonius itu,
    kalau orang waras tidak mungkin berbuat demikian, karena toh buat apa di nista2, toh orang kristen juga sadar itu emang udah nista,.

  3. Kelompok perusuh memang harus banyak belajar jadi manusia supaya manusiawi. Kelompok perusuh, perusak, atas nama agama, belum jadi manusia. Mereka harus belajar jadi manusia yang toleran, mengasihi, terbuka, bekerja sama, dll.

    • barangkali maksud bung ignatius begini:
      manusia adalah makhluk sosial. artinya, mereka (kelompok2 itu) yang belum bisa hidup berdampingan dengan makhluk sosial lainnya, bisa jadi belumlah mansia.
      hmm. benar juga bung.hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s