Sejarah, Bentuk dan Ciri-ciri Crop Circle

Ditemukannya pola lingkaran raksasa di areal persawahan wilayah Berbah, Sleman, Yogyakarta, Minggu (23/1/2011), menambah deret fenomena unidentified flying object (UFO). Lantaran ukurannya yang sangat besar dan simetris, jejak yang disebut crop circle, ini kerap dikait-kaitkan dengan gelagat makhluk asing alias alien. Istilah Crop circle pertamakali diperkenalkan oleh Colin Andrew, salah satu peneliti crop circle ternama di dunia.

Crop circle ini muncul sekejap dalam dalam semalam di area ladang, baik gandum, jagung, keledai, sawah atau kebun bunga. Dulunya, crop circle hanya berbentuk lingkaran sederhana, kemudian memasuki 1980an, berkembang hingga memiliki pola yang lebih rumit. Crop circle dengan pola terrumit muncul di lading gandum pinggiran kota Wroughton, Wiltshire di Ingris.

Sejarah Crop circle bisa dilacak sejak 1678. Masa itu, ada ukiran kayu yang disebut “Mowing Devil” yang menggambarkan iblis sedang menggambar desain oval di sebuah ladang gandum. Sang petani yang menolak tuntutan pekerjaan sang majikan, mengatakan bahwa lebih baik iblis yang mengerjakan tugasnya. Malam itu juga, ladang gandum terlihat terbakar oleh api. Paginya, lingkaran misterius berbentuk oval muncul di ladang. Entahkan nyata atau tidak, ini adalah kisah.

Laporan crop circle pertama kali mengemuka di majalah Nature edisi 29 Juli 1880, oleh John Rand Capron. Kemudian crop circle mulai mendunia pada 1980-an, ketika media melaporkan banyak crop circle muncul di wilayah pedesaan Inggris, terutama di Wiltshire dan Hampshire. Pada saat yang hamper bersamaan, fenomena yang sama muncul di Australia dan Amerika Serikat. Hingga kini, paling tidak ada 12.000 crop circle telah muncul di bumi ini. Crop circle Yogyakarta ini adalah yang pertama kalinya di Indonesia.

Mengapa crop circle dianggap bentukan benda asing? Paling tidak ada empat ciri rumit crop circle yang membuatnya ini dikategorikan sebagai jejak UFO:

Pertama, batang tanaman tidak patah. Pada crop circle, batang tanaman hanya merunduk seperti sebuah sendok plastik yang dipanaskan. Tepatnya melengkung.

Kedua, batang berlubang-lubang. Lubang ini diduga tercipta akibat semburan gelombang mikro yang terus-menerus. Ini menyebabkan kelembaban batang gandum berubah menjadi uap panas yang kemudian mencari jalan keluar dari batang gandum.

Ketiga, pola rumit. Manusia bisa saja membuat crop circle dengan pola yang rumit, namun tidak dalam semalam. Lagipula, crop circle terkadang memiliki pola geometri yang asing bagi kebanyakan orang.

Keempat, partikel besi bermagnet. Ciri ini semakin memperkuat dugaan campur tangan benda asing. Partikel Besi bermagnet ini ditemukan oleh para peneliti dari BLT Institute. Diameter partikel sekitar 10-50 mikrometer dan terdistribusi secara merata dan linear di perimeter Crop Circle.

Lantas apakah crop circle seperti ini yang terjadi di Yogyakarta , silakan dicermati gambarnya, atau berkunjung ke sana. Namun sebelum itu, sebaiknya cermati dulu sebuah tulisan dalam studentmagz.com. Seorang Mahasiswa UGM dalam artikel itu mengaku sebagai dalang di baik fenomena  crop circle ini. Ia bersama ke enam temannya iseng membuat crop circle saat tengah mengadakan liburan. ”Daripada ikutan pusing mikiran Gayus, mending bikin heboh aja,” ujarnya. Benarkah memang ia yang membuatnya? Silakan di cermati tulisan ini: Cara Sederhana Mengetahui Keaslian Crop Circle [Rifqi Muhammad].

Advertisements

2 thoughts on “Sejarah, Bentuk dan Ciri-ciri Crop Circle

  1. Pingback: Cara Sederhana Mengetahui Keaslian Crop Circle « S . E . R . A . T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s