Pengembangan Perguruan Tinggi

Bagaimana para pemuda, yakni pelajar, mahasiswa, dan Alumni fresh graduate Perguruan Tinggi (PT), mendefinisikan Perguruan Tinggi Idaman? Agar bisa terhimpun dalam jajaran Perguruan Tinggi Favorit Indonesia, terlebih menjadi Perguruan Tinggi Terbaik, tentu saja sebuah PT harus bisa memenuhi harapan dan kebutuhan para mahasiswa.

Dalam rangka mengikuti Lomba Blog UII yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia, melalui penelitian kecil, saya mencoba mencari tahu, apa sejatinya harapan mahasiswa terhadap PT. Yakni, dengan cara mengambil 40 orang responden secara acak dari daftar phonebook handphone, saya lalu menghubunginya melalui SMS. Pertanyaan yang dilayangkan ialah “Bagaimana Perguruan Tinggi Idaman yang anda impikan?” Diperolehlah 40 jawaban.

Lantas saya mesti menyimpulkan. Demikian kira-kira metode penyimpulannya. Dalam merumuskan pengembangan PT, asumsi saya, sebuah PT dituntut untuk bisa mengembangkan keilmuan dan kepribadian mahasiwa, sekaligus terus meng-upgrade managemen dan sarana fisik penunjang. Empat hal dalam dua kategori diatas menjadi sangat penting bagi pengembangan PT.

Dari asumsi dasar tersebut, saya lalu menggolongkan jawaban responden berdasarkan dua kategori diatas, yakni:

(A) Pengembangkan Keilmuan dan Kepribadian Mahasiwa. Kategori ini lebih berkaitan dengan unsur-unsur pengembangan mahasiswa dan keilmuan. Di sini, PT diposisikan sebagai wadah pembelajaran.

(B) Pengembangan Fasilitas dan Managemen Administrasi. Kategori ini lebih berkaitan dengan unsur-unsur pengembangan Perguruan tinggi sebagai sebuah lembaga. Secara singkat, ini adalah pengembangan kelembagaan, lembaga PT.

Kesimpulan

Skor yang diperoleh kategori A berjumlah 25. Artinya, responden yang lebih memperhatikan variabel keilmuan dan kepribadian mahasiswa dalam pengembangan PT, berjumlah 25 orang. Sedangkan skor yang didapat kategori B berjumlah 15. Hanya ada 15 dari 40 orang yang menuntut pengembangan fasilitas dan sarana PT.

Dengan demikian, kesimpulannya adalah, bahwa pengembangan PT pada level keilmuan dan kemandirian mahasiswa, lebih penting dan dibutuhkan oleh mahasiswa ketimbang pengembangan fasilitas dan managemen administrasi. Namun bukan berarti pengembangan fasilitas dan managemen administrasi pada level kelembagaan tidak penting.

Kedua kategori di atas adalah unsur yang sama-sama penting dalam pengembangan PT. Hanya saja, perbedannya terletak pada skala prioritas. Bagi PT yang kesulitan mengembangkan keduanya secara sekaligus, skala prioritas ini bisa sangat membantu. Dalam kondisi ini, prioritas kategori A menjadi penting untuk dipilih terlebih dahulu.

Dari jawaban ber kategori A, setidaknya didapat beberapa kata kunci berikut:

Kemandirian mahasiswa: lulusan berkualitas, pandangan kewirausahaan, jiwa kepemimpinan, apresiasi mahasiswa berprestasi, lulusan tidak ngangur, berkontribusi di masyarakat, selalu ada progress, memerdekakan kreatifitas, merakyat, mencerdaskan, Sederhana, intelektual, idealis, mandiri, pendidikan agama dan kedisiplinan, matakuliah moralitas.

Dalam segi keilmuan: penelitian, iklim diskusi, apresisasi karya mahasiswa, interaksi keilmuan antar[a] mahasiswa dan dosen solid, memegang prinsip pendidikan, dosen berkualitas dan loyal, banyak praktik, ’asah asih asuh’.

Berikut di bawah ini adalah daftar jawaban responden:

1)      Aby : PT ideal harus mampu mencetak lulusannya yang siap bersaing di dunia kerja sesuai jurusan masing-masing dan mempunyai pandangan wirausaha mandiri bukan mencetak robot-robot yang cuma bisa mencari lapangan kerja atau kuliah lagi karena sulit dapat kerja. (09.23, 4 April 2010)

2)      Agus          : PT yang mampu menghasilkan lulusan yang memajukan masyarakat dengan tetap menjunjung nilai-nilai tradisi lokal. (06.29, 4 April 2010)

3)      Ahmad S.   : Kampus yang merdeka, adanya student governance, no capitalism. (22.26, 3 April 2010)

4)      Anas          : Akomodir. (21.30, 3 April 2010)

5)      A. Hidayat : Tentunya dapat menghasilkan lulusan yang bermutu dan diakui. (09.56, 4 April 2010)

6)      Asip           : PT idaman itu, iklim akademisnya kondusif, menunjang dan mendorong penelitian-penelitian, memotifasi dan mengapresiasi mahasiswa berprestasi, fasilitasnya memadai. (07.39, 4 April 2010)

7)      Asep          : Bagi saya, yang PT ideal itu yang mahasiswanya sedikit tetapi interaksi keilmuannya banyak. Artinya PT tersebut konsisten menjaga jumlah anak didik daripada turut membengkakkan jumlah mahasiswa demi kepentingan pasar. (07.42, 4 April 2010)

8)      Azah          : PT Idaman yang semua elemen dari rektor, dosen, mahasiswanya berkomunikasi dengan baik. Hak dan kewajiban semua role mesti jelas sekaligus sanksinya, misalnya buat dosen yang jarang masuk kelas. (14.22, 4 April 2010)

9)      Beni S        : PT yang mampu menjamin sarjananya pada gak ngganggur. (21.33, 3 April 2010)

10)  Cahyo        : Perguruan yang mengutamakan pendidikan, bukan pendidikan untuk komersial, tetapi untuk manfaat dan tepat guna. Dengan tenaga pengajar gak ’mata duwitan’. Dan dengan mahasiswa yang mau membaca serta tetap memegang prinsip, tidak menjual prinsip untuk uang juga. (21.31, 3 April 2010)

11)  D. Cahyo: PT yang menyediakan fasilitas penelitian untuk setap mahasiswa. Misalnya di Eksak, disediakan peralatan-peralatan uji laboratorium.  Kalo Soshum, disediakan jaringan / proposal penelitian / makalah penelitian. Intinya, PT itu harus bisa mengembangkan kreatifitas mahasiswa dan ikut mencerdaskan bangsa dengan berbagai jenis penelitian. (21. 45, 3 April 2010) Tambahan, persempit ruang gerak mahasisiwa yang bermalas-malasan dengan cara menyibukkan mahasiswa dengan penelitian. Bangsa yang maju adalah bangsa yang banyak melakukan penelitian. Mahasiswa di PT diciptakan untuk mencerdaskan bangsa, jadi Negara dan PT harus siap menfasilitasi. Ada satu lagi, PT harus menyediakan matakuliah ’Moralitas’ di setiap fakultas. Tidak mesti agama, untuk menjamin hak individu lainnya, lingkungannnya, dan sosialnya. (21.59, 3 April 2010)

12)  Dea            : PT yang sivitas serta alumninya selalu memberikan kontribusi riil bagi kesejahteraan masyarakat. (02.36, 4 April 2010)

13)  Diki           : PT memiliki tenaga pengajar yang berkualitas di bidangnya yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan mahasiswa. (12.35, 4 April 2010)

14)  Fauzi         : Beaya terjangkau (murah). Materi kuliah baik. Dosen berkompeten dibidangnya. Banyak praktik. Tempat kuliah enak dan menyenangkan. (22.43, 3 April 2010)

15)  Fery           : Alumninya laku di pasar tenaga kerja. Alumni dengan kampus memiliki hubungan baik. (22.01, 3 April 2010)

16)  Firsta         : Yang mengutamakan ilmu agama dan kedisiplinan.  Kenapa Imtaq, karena sekarang sudah banyak orang pinter, sedangkan yang tahu agama sedikit. (22.19, 3 April 2010)

17)  Fita Dwer  : Di mana PT yang seleksinya ketat. Mampu bersaing dengan PT di berbagai belahan dunia dan mempu menciptakan generasi muda yang lebih tangguh dari sebelumnya dan yang sudah ada. (22,34. 3 April 2010)

18)  Fitri           : Fasilitas memadai sesuai jurusan. Para pengajar profesional. Tidak ada materialisasi kampus, yang setiap mahasiswa masuk dengan uang. (09.57, 4 April 2010)

19)  Heni          : Tenaga pengajar loyal dan qualified, fasilitas lengkap dan multimedia.

20)  Iyan FI      : Menurutku gak mesti fasilitas serba bagus, yang penting dosen dan manajemen akademiknya bagus, itu sudah bagus. (22.33, 3 April 2010)

21)  Jefri            : PT kita sebagai reproduksi kelas sosial, belum sampai pada pendidikan yang memerdekakan. (22.41, 3 April 2010)

22)  Jimbo         : PT yang ememberikan link-link tempat kerja untuk para alumninya, dengan kerja sama perusahaan, atau apa saja. Jadi pengangguran di indonesia berkurang. (08.13, 4 April 2010)

23)  Kristanto   : Gratis untuk rakyat miskin, skala internasional, dan menerapkan prinsip pendidikan ala Pauolo Freire (anti kapitalisme pendidikan dan Ki Hajar Dewantoro), mantab. (09.59, 4 April 2010)

24)  Lia             : PT idaman ga mahal. Dosen berkualitas peneliti. Ada jaringan alumni untuk tenaga kerja, jadi setelah lulus tu jelas mau kemana. (09.26, 4 April 2010)

25)  Lukman H : Fasilitas lengkap dan gak malu-maluin. Lalu iklim perkuliahannya identik dengan suasanya laboratorium yang biasa meneliti. (22.31, 3 April 2010)

26)  M Aziz       : PT yang bisa menyediakan dosen yang komunikatif dan apresiatif.  Mau menghargai mahasiswa berprestasi, manyediakan fasilitas memadai, dan punya jaringan yang luas, khususanya untuk riset dan program pasca kuliah. (02.19, 4 April 2010)

27)  Minan        : Hot Spot Area. Mahasiswa dan dosen kompeten, fasilitas memadai. (01.23, 4 April 2010)

28)  Nasrudin    : Yang merakyat dan mencerdaskan (22.27, 3 April 2010)

29)  Nitha         : Yang murah tetapi mampu mencetak lulusan dengan pribadi yang berkualitas. (11.05, 4 April 2010)

30)  Nugroho    : Fasilitas lengkap, pelayanan ramah, nyaman, birokrasi lancar, punya nama di bursa kerja skala nasional, tenaga pengajar berkualitas and manymore. (10.01, 4 April 2010)

31)  Randi M     : Sederhana. Intelektual. Cari penjelasan intelektualnya di buku Husein Al Attas, judulnya ”Intelektual Masyarakat Bekembang”. (23.01, 3 April 2010)

32)  Ridwan M  : Perpustakaannya lengkap. (22.43, 3 April 2010)

33)  Rosyid       : Murah dan masih idealis (08.05, 4 April 2010)

34)  Sayid          : PT yang lebih mementingkan kajian keilmuan serta mencetak kamum intelektual dan cendikiawan muda daripada sekadar mencetak mesin-mesin pekerja. (23.28, 3 April 2010)

35)  Sugeng       : PT yang menghasilkan orang-orang hebat dan berkualitas. (21.46, 3 April 2010)

36)  Surya         : Sebuah tempat untuk ’asah asih asuh’, humanis transendental. (23.16, 3 April 2010)

37)  Tisna A      : Murah tapi ga murahan. Banyak action terjun langsung, ga kebanyakan teori (09.58, 4 April 2010)

38)  Tyas           : Yang link kerjasamanya luas, jadi lebih mempermudah peluang (23.59, 3 April 2010)

39)  Virus          : PT sebagai laboratorium ilmu dan keilmuan serta mampu menjadi moderator bagi masyarakat. (00.04, 4 April 2010)

40)  Wawan      : Yang bisa mengantarkan mahasiswa menjadi orang mandiri. (23.02, 3 April 2010)

Kategorisasi Prioritas Pengembangan PT

a)      Pengembangan Keilmuan dan Kemandirian Mahasiswa:

37, 3, 5, 23, 1, 13, 29, 24, 12, 39, 2, 26, 22, 7, 33, 35, 9, 21, 36, 10, 31, 40, 17, 28, 34

b)      Pengembangan Fasilitas dan Managemen:

8, 30, 18, 19, 27, 38, 6, 15, 4, 11, 14, 20, 16, 32, 25

Keterangan: Nomer Handphone tidak bisa ditampilkan

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog UII

Advertisements

3 thoughts on “Pengembangan Perguruan Tinggi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s