kesana biduk terarah

aku adalah bumi yang dikenai pancaroba. tubuhku mengalami demam yang lebih berupa getarangetaran ketimbang rintihankerontang dan kegenitan gerimis yang tak biasa. tanah yang alfa persemayaman itu terjamah, ia memulai warna yang merupa karena engkau hadir disana. maaf bila mutiaramu kutanggapi dengan cinta yang kabur—yang tak berselongsong rencana, yang tak bertahta pada bahasa, yang tak ada dalam ayatayat surga dan neraka. aku hanya mampu memasrahkan cinta yang aku punya, sebuah cinta yang ada karena engkau ada.

Jogja, 29 juni 2009.


Advertisements

3 thoughts on “kesana biduk terarah

  1. tak terjemah cinta adalah hal biasa
    yang bahkan siapapun mengarti apa
    tak sama

    namun ketika cinta terkecap
    oleh mata, hati dan seluruh indra
    maka arti itu terurai

    dari bibir sang pecinta

    salam mas rif…. ternyata kita punya kesamaan dalam menulis ^ ^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s