Gagasan Dengan Keyakinan

Keputusan dan konsekuensi adalah dua sisi, itu yang aku amini, maka ketika semester ini memutuskan cuti kuliah, aku siap untuk itu. Aku beruntung berkesempatan cuti kuliah, hal baru yang mungkin hanya aku lakoni sekali. Karenanya aku berusaha menyerap sesuatu yang tidak ada ketika tidak menempuhnya.

Ada yang asing sebagai buah dari langkah yang baru aku jalani, namun bukan berarti aku tidak siap menghadapi. Semacam menimbang-nimbang bagaimana harus memutar sesuatu yang baru aku mulai. Hampir sama ketika aku menginjakkan kaki di Jogjakarta; dimana ada beragam agenda didepan mata, ada dunia yang tercerabut, ada gairah memulai, ada semangat menggelora mengusahakan orientasi, dan beberapa percik api yang harus dihadapi. Semua berkelindan begitu saja secara alami.

Aku menggunakan waktu satu semester ini di luar Jogjakarta. Meninggalkan kuliah dan Jogjakarta berarti meninggalkan serangkaian rutinitas yang selama ini memutari; lingkungan akademik, diskusi, akses literatur, mengikuti milis, membaca koran setiap hari, dan bersepeda keliling jogja. Menulis artikel, opini, esai, atau meresensi, baik yang untuk dikirim di media maupun tidak, juga harus aku tanggalkan. Sebab di desa yang baru aku huni, tak ada computer yang bisa digunakan, kecuali merelakan sedikit uang, dan aku selalu enggan untuk itu. Padahal, menulis di komputer bagiku bukanlah kebutuhan yang sekedar perlu penuhi.

Kini, kala aku tercerabut dari semua yang lalu, aku menjadi tersadar, bahkan tersentak, ternyata aku terlalu bergantung selama ini. Tidak berdiri sendiri, bisa jadi. Selama ini, ketika menulis, aku selalu memakai komputer teman, tidak jarang pula tanpa ijin. Itu terjadi berlarut-larut, dan hanya sesekali saja ada rikuh atau canggung yang menyertai, diluar itu tidak. Padahal menulis serangkai tulisan saja, aku biasa memborong waktu. Yang itu berarti, aku mengambil banyak harta kawanku dari itu. Kini, ketika melihatnya dari kejauhan, kurasa itu keterlaluan, tak termaafkan bahkan.

Dan yang paling aku sesalkan, adalah keterbiasaan; biasa aku lakukan, dan merasa biasa-biasa saja. Hingga ketika berjarak dari yang biasa, aku kelimpungan. Ketercerabutan bukan saja menyadarkan, namun juga memberikan gambaran; gagasan dengan keyakinan. Yang didalamnya ada kehendak mengubah, memperbaiki, atau menciptakan jalan yang sama sekali baru. Keinginan memperbaiki selalu dibelakang, beruntung kali ini tidak terlampau demikian, kerena masih ada kesempatan.

Kadangkala aku berfantasi tentang apa yang aku alami. Aku sempat membayangkan, apakah begini rasanya lulus kuliah. Karena antara cuti dan lulus kuliah kurasa ada persinggungan; keduanya menempati posisi dan kultur yang berbeda dari sebelumnya secara tiba-tiba. Bila sebelumnya pikiran mendekam dalam ruang idealitas, yang sarat akan dialektika dan retorika, berikutnya berada dalam ruang realitas. Saya tidak sedang menciptakan oposisi biner, tapi perbedaan antara keduanya tentu sangat kentara. Beranjak dari situ, kini saya lebih bisa menghargai apa yang selama ini terlewat, sembari mereka-reka selanjutnya.


Advertisements

6 thoughts on “Gagasan Dengan Keyakinan

  1. hyadawww…serasa menohok diri sendiri! aku pun demikian juga. Merasa enjoy dengan sesuatu yang terlalu! dan sadar ketika terentas. Tercerabut dari kebiasaan, seperti keluar dari hunian: suatu moment sial yang mencerahkan?

  2. tercerabut dari diriku ya ndrong hahaha
    eh templatemu gak bagus ;p apaan tuhfoto mata, hari gini heheah cuma ingin mengganggu. mencerabut dirimu dari kemapanan pujian ;p

  3. Ruang idealitas dan Ruang realitas,dan adalah atmosfer,idealitas bumi angkasa luar sedangkan realitas adalah bumi.bagaimana kita bisa menjangkaunya dalam waktu bersamaan.itu semua terserah anda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s