kerana menyusuri

Jantungku seirama lesatan bus yang meraung-raung berebut jalan. Rerimbunan yang bukan lagi hutan sepanjang jalan seperti alam kefanaan. Tak lagi terasa hawa dingin menembus kulitku juga gelap anganku–semua samar. Hingga disuatu entah kau berbisik dari kedalaman kaca; begitulah hidup

Solo-Purwodadi, 29 Juli 2008


Advertisements

3 thoughts on “kerana menyusuri

  1. sesudah membacamu, lahir sebuah inspirasi brilian di benakku: kapan-kapan jurnal berencana mengadakan workshop kecil-kecilan, seperti JIL. tahukah kamu, kata ideku, orang yang paling tepat jadi pembicara di acara tersebut hanya satu: penulis muda berbakat asal rembang: RM !

    satu lagi, motif blogku sudah kuganti, kawan. sekarang tidak glamor lagi. senang sekali jika km mau nglangsur motif blog lamaku; aku tau, km sangat mengharapkan motif itu di atasnya bukan tertulis “Sekar Kinasih”, melainkan “S.E.R.A.T”.hehe

    masih berkarya, kawan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s