Kamu Lupa, Kawan

Kawan, lusa itu kau di kantin. Saat lembayung surup dan kau mulai miring. Suara ayam di engsel selangkanganmu kian lemah, ingatkah? Coba cari dan garuk atau tumpahkan kepala botakmu. Kosong. Akh, celaka. Kolase telah kau tanggalkan. Mozaik tak lagi berkesan. Dan kau, berpindah angan-angan. Namun, anyir bilik buku-buku kudis juga cangkangmu yang waktu itu kamu hamparkan, menakutkan, masih aku rekam. Juga, semerbak bau amis koreng cair yang muncrat, menjijikkan, kini nian terngiang. Ya, apa cela bila aku dalam barisan awan sebelahmu memilih membisu. Sebab kau tak mengenal daku

22 juni, menjelang dieksekusi


Advertisements

3 thoughts on “Kamu Lupa, Kawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s