Orang Kota Mei 22, 2008
Posted by Rifqi Muhammad in cerpen.6 comments

Subuh tadi sedikit gerimis. Kalau begini bisanya sore hari hujan. Namun, siang ini masih mirip kemarin, cerah dan tenang. Eh, tepatnya panas dan sepi. Orang-orang desa tidak terlihat. Hanya aku dan parmin yang nongkrong di perempatan utama desa. Jangan berfikir mereka sedang bekerja. Sebab, sawah desa ini jadi surga bagi para wereng. Sejak BBM tahun lalu naik, pestisida dan pupuk yang dulu dijejalkan pemerintah, tak bisa kami beli. (lagi…)
Sesat April 23, 2008
Posted by Rifqi Muhammad in cerpen.add a comment
“Ada kesalahan ketika menyebut zaman sekarang sebagai modernisme”, ucap si adi kawan SMPku. Rupanya dia kini kuliah. Ku anggap biasa saja ocehan dalam pertemuan yang tak disengaja itu. Dalam warung Kopi satu-satunya dikampungku. “Kenyataannya, rupawan yang menawarkan keteraturan, kekerdilan, kepastian, kepraktisan itu telah dipermainkan. Modernisme sudah tidak ada!”, ucapnya menggebu. (lagi…)
