jump to navigation

Entah Juni 6, 2009

Posted by Rifqi Muhammad in puisi.
trackback

Hentakan karang yang embun pun hengkang. Hamba membeku, bertingkah juga layu. Jelaga arang hamba kuyup oleh ludah tabu. Seperti labirin tetap kusut membalutku. Topang diriku dengan senyum lapang, sayang. Yang semoga itu cermin dari sum-sum dalam. Tahukah kau, hadir menerka adalah gerbang keharapan. Mumpung ilalang tak menjamah tumit. Pinus tua melepas kaku. Aku mengarak bunga-bunga ke utara, kemarilah.

Jogja, Juni 2009

Komentar»

No comments yet — be the first.